SAYA adalah seorang pegawai koperasi. Sebut saja saya Rizal. Pekerjaan saya beurusan dengan uang yang bertugas sebagai penagih. Setiap hari bertemu dengan nasabah.
Suatu hari pimpinan di kantorku mendapat telepon dari kantor pusat untuk mengecek buku karyawan dan cara penagihannya. Biasanya untuk pengecekan ini dilakukan pada hari Jumat. Sungguh betapa terkejutnya saya, karena tidak biasanya hal itu terjadi.
Saya terkejut karena saat itu saya sedang memakai uang kantor untuk bayaran kuliah saya Rp 500 ribu. Saya benar-benar pusing cari pinjaman kemana. Kalau sampai ketahuan saya terlibat korupsi, saya pasti akan dipecat.
Besok harinya, tepatnya hari Kamis saya berniat puasa. Saya berharap akan ada pertolongan Allah. Jam 5 sore saya diajak kakak perempuan saya yang sudah bekeluarga untuk nonton ke pasar malam bersama anaknya. Adzan berkumandang dan saya pun terpaksa berbuka puasa disana.
Saya dikasih uang Rp 15.000 untuk beli nasi goreng untuk berbuka, sedangkan kakak saya sibuk nonton bersama anaknya. Hati saya tenang sekali. Rasanya ingin menangis dan berkata, “Ya Allah, Alhamdulillah akhrnya saya dapat bebuka puasa dengan rezeki yang kau berikan ini. Seandainya saja ada orang yang kelaparan datang kepadaku,aku ingin sekali bersedekah kepadanya”.
Tiba-tiba ada anak kecil yang umurnya sekitar 8 tahun, meminta-minta. Sungguh sedih saya melihatnya. Saya ajak ia makan karena dia bilang 2 hari tidak makan. Selesainya saya kasih dia uang 5 ribu. “Saya pasrah. Ya Allah cuma uang ini yang aku punya, semoga uang ini jadi berkah buatku..Ya Allah. Dan anak itupun pergi.
Setelah makan saya salat Magrib di musala yang ada di sana. Selesai salat tiba-tiba teleponku berdering, dan ternyata temanku sewaktu SMA yang bekerja di perusahaan di Jakarta. Ia ingin aku ke rumahnya karena ia lagi mudik. Tiba di rumahnya sangat senang karena sudah 2 tahun tidak bertemu.
Kami bercerita banyak tentang pengalaman pribadi kami. Tapi entah kenapa ia tahu kalau aku sedang ada masalah. Mungkin ia dapat melihat dari raut muka saya yang kusut. Akhirnya saya menceritakan permasalahan saya dengan penuh kepasrahan karena besok adalah penentuan terakhir apakah saya masih bisa bekerja atau di berhentikan secara tidak hormat. Malam itu dia ajak saya ke sesuatu tempat. Saya kira dia mau ajak saya belanja, tapi sungguh kuasa Allah.. ia ajak saya ke salah satu Bank BRI untuk ambil uang melalui ATM nya. Dengan ikhlas ia memberikan uang Rp 500 ribu kepada saya. Ya Allah, inikah mukjizat-Mu. Terbayang anak kecil yang meminta-minta. Terbayang sedekahku hanya Rp 5.000. Tetapi dibalas Allah Rp 500 ribu. Sedekah betul-betul telah menyelamatkan saya... (Sumber: wisatahati.com)
Jumat, Agustus 21, 2009
Doa Harian Ramadhan
Doa hari – 2
Yaa Allah! Dekatkanlah aku kepada keridloan-MU dan jauhkanlah aku dari kemurkaan serta balasan-MU. Berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-MU dengan rahmat-MU, Wahai Maha Pengasih dad semua Pengasih!!
Yaa Allah! Dekatkanlah aku kepada keridloan-MU dan jauhkanlah aku dari kemurkaan serta balasan-MU. Berilah aku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-MU dengan rahmat-MU, Wahai Maha Pengasih dad semua Pengasih!!
Doa Harian Ramadhan
Doa hari – 1
Yaa Allah! Jadikanlah puasaku sebagai puasa orang-orang yang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Dan jagalah aku dari tidunya orang-orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku … Wahai Tuhan sekalian alam!!
Dan ampunilah aku, Wahai Pengampun para pembuat dosa.
Doa Pembuka Puasa
Oleh: Ustaz Jeffrey Al Buchori
SEGALA puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Salawat dan salam semoga tercurahkan kepada rasul yang paling mulia, penutup para nabi dan pembawa rahmat untuk seluruh alam, Nabi Muhammad SAW, serta kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.
Wahai Tuhanku, sebagaimana Engkau telah memuliakan kami dengan keimanan kepada-Mu dan memuliakan kami dengan ibadah puasa yang merupakan bagian dari rukun Islam, maka berilah pertolongan kepada kami untuk taat kepada-Mu dalam mengerjakan ibadah puasa.
Ya Allah, lapangkan hati kami untuk menerima ibadah tersebut, sebagai
wasilah untuk terkabulnya doa yang kami panjatkan kepada-Mu. Sebagaimana Engkau telah mengajarkan kepada kami agar kami selalu berdoa kepada-Mu, “Robbanaa, Robbanaa, Robbanaa, Tuhan kami, Tuhan kami)”.
Ya Rabb, kabulkanlah doa kami, sebagaimana para rasul yang telah Engkau pilih, yang berdoa kepada-Mu, dari Nabi Adam yang merupakan khalifah pertama di bumi sampai Nabi Muhammad yang merupakan penutup para rasul.
Doa pertama yang kami panjatkan, berilah taufik kepadaku dan seluruh orang-orang muslim agar dapat mengerjakan ibadah puasa dengan benar dan seperti yang Engkau kehendaki. Lalu, berilah kekuatan kepada kami dalam melaksanakan ibadah tersebut, sehingga kami tidak menyia-nyiakan ibadah di bulan Ramadan.
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS 2:183)
Dari ayat ini, kita dapat mengetahui bahwa puasa merupakan masalah keimanan yang sudah ada sejak lama. Selama itu pula, ibadah puasa tidak berubah meskipun zaman telah berubah, dan tidak berbeda meskipun zaman telah berganti.
Ketahuilah, beberapa ajaran para nabi yang berkaitan dengan akidah memiliki kesamaan antara satu dengan lainnya. Begitu pula beberapa ajaran yang berkaitan dengan syariat memiliki kesamaan antara satu dengan lainnya. Dan, ibadah puasa merupakan salah satu ibadah yang termasuk di dalamnya, tidak ada perbedaan, meskipun dibawa oleh para rasul yang berbeda.
Oleh karena itu, ketika Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk ber–puasa, maka Allah memberitahu bahwa ibadah puasa bukanlah ibadah baru yang dikhususkan kepada mereka. Ibadah puasa merupakan ajaran yang dibawa oleh para rasul sebelum Nabi Muhammad, meskipun pelaksanaannya berbeda.
“Sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS 2:183). (Sumber: sripoku.com)
SEGALA puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Salawat dan salam semoga tercurahkan kepada rasul yang paling mulia, penutup para nabi dan pembawa rahmat untuk seluruh alam, Nabi Muhammad SAW, serta kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.
Wahai Tuhanku, sebagaimana Engkau telah memuliakan kami dengan keimanan kepada-Mu dan memuliakan kami dengan ibadah puasa yang merupakan bagian dari rukun Islam, maka berilah pertolongan kepada kami untuk taat kepada-Mu dalam mengerjakan ibadah puasa.
Ya Allah, lapangkan hati kami untuk menerima ibadah tersebut, sebagai
wasilah untuk terkabulnya doa yang kami panjatkan kepada-Mu. Sebagaimana Engkau telah mengajarkan kepada kami agar kami selalu berdoa kepada-Mu, “Robbanaa, Robbanaa, Robbanaa, Tuhan kami, Tuhan kami)”.
Ya Rabb, kabulkanlah doa kami, sebagaimana para rasul yang telah Engkau pilih, yang berdoa kepada-Mu, dari Nabi Adam yang merupakan khalifah pertama di bumi sampai Nabi Muhammad yang merupakan penutup para rasul.
Doa pertama yang kami panjatkan, berilah taufik kepadaku dan seluruh orang-orang muslim agar dapat mengerjakan ibadah puasa dengan benar dan seperti yang Engkau kehendaki. Lalu, berilah kekuatan kepada kami dalam melaksanakan ibadah tersebut, sehingga kami tidak menyia-nyiakan ibadah di bulan Ramadan.
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS 2:183)
Dari ayat ini, kita dapat mengetahui bahwa puasa merupakan masalah keimanan yang sudah ada sejak lama. Selama itu pula, ibadah puasa tidak berubah meskipun zaman telah berubah, dan tidak berbeda meskipun zaman telah berganti.
Ketahuilah, beberapa ajaran para nabi yang berkaitan dengan akidah memiliki kesamaan antara satu dengan lainnya. Begitu pula beberapa ajaran yang berkaitan dengan syariat memiliki kesamaan antara satu dengan lainnya. Dan, ibadah puasa merupakan salah satu ibadah yang termasuk di dalamnya, tidak ada perbedaan, meskipun dibawa oleh para rasul yang berbeda.
Oleh karena itu, ketika Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk ber–puasa, maka Allah memberitahu bahwa ibadah puasa bukanlah ibadah baru yang dikhususkan kepada mereka. Ibadah puasa merupakan ajaran yang dibawa oleh para rasul sebelum Nabi Muhammad, meskipun pelaksanaannya berbeda.
“Sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS 2:183). (Sumber: sripoku.com)