Jumat, Juni 05, 2009

Misteri Wanita Sulit Jodoh

Tubuhnya cukup berisi, supel dan simpatik. Ia pun bekerja di sebuah perusahaan ternama. Pertanyaan yang muncul kemudian, adakah sesuatu yang bersifat adikodrati yang melatarbelakangi nasib buruknya itu, misalnya ditaleni, dibuntu, karma dan lain-lainnya. Mungkin yang lebih unik untuk ditelisik, rata-rata sangkal jodoh itu diderita oleh wanita.

Menurut orang-orang tua dulu, masalah jodoh adalah rahasia Tuhan. Jodoh dianggap sebagai rahasia terbesar alam semesta, selain kematian. Sehingga tidak satu pun makhluk yang mampu mengungkapkannya. Tak heran, banyak orang yang dibuat penasaran dengan masalah jodoh ini. Kendati pun terkesan gampang-gampang susah. Hanya saja, untuk kasus yang dialami Mardiana, memang tidak sekedar sebuah misteri alam. Usut punya usut, ternyata ada latar belakang ‘gaib’ yang melatarinya.

Seperti diungkapkan Ki Ageng Tapa Putih, orang yang ngerti betul tentang perjodohan ketika ditemui dikediamannya di Jalan Sentosa Lama Gang Keluarga No. 11 (Kawasan Serdang/ Jln. Prof. H. M Yamin) Medan mengatakan, jika seorang gadis tak kunjung menemukan jodoh memang banyak sebabnya. Adapun, sebab utama yang terbesar pada umumnya berasal dari dalam diri yang bersangkutan. Biasanya dalam drinya sedang terjangkiti sengkala.

“Bila si gadis sudah ngebet nikah, tetapi tak kunjung menemukan jodohnya, bisa jadi karena ada sengkala dalam dirinya. Sengkala inilah yang menghalanginya untuk mendapatkan jodoh,” tandas Ki Ageng Tapa Putih. “Sengkala ini tidak kasat mata. Akibatnya bisa nyata. Misalnya, lelaki tidak mau mendekatinya, karena wajahnya berubah tua atau tidak menarik. Umumnya yang mengalami sengkala ini memang para gadis,” lanjutnya kemudian.

Melecehkan Orang Yang Naksir
Menurutnya, sengkala atau problem gaib itu bisa disebabkan beberapa hal. Di antaranya, karena orang yang bersangkutan mendapatkan bumerang dari perbuatannya sendiri di masa lampau. Artinya, dulunya ia pernah menanam angin dan kini sedang menuai badai. Bisa dikarenakan, ia pernah melecehkan orang yang naksir kepadanya atau ia menolak cinta orang tersebut, hingga menyakiti hatinya.

“Dari beberapa orang yang saya tangani, banyak yang dikarenakan jodohnya ditaleni atau dibuntu lelaki. Kasusnya hampir seragam, dulunya ia menolak cinta, dengan cara menyakitkan hati, sehingga meninggalkan dendam. Pada akhirnya, ia pun pun ditaleni jodohnya,” tandasnya.

Sebab lainnya, adalah sengkala karena karma. Artinya, perempuan bersangkutan mendapatkan imbas dari perbuatan orang-orang terdahulu, termasuk ayah, ibu atau orang-orang yang menurunkan darah kepadanya. Apa yang diperbuat moyangnya itu menurun pada dirinya, sehingga mengakibatkan ia sangkal jodoh.

“Adapula yang karena perbuatan orang tua mereka sehingga mereka sangkal jodoh. Jika asalnya ketika berusia 23 tahun sudah memiliki jodoh, tetapi karena adanya sukerta itu, hingga usia 30 tahun lebih belum mendapatkannya,” tuturnya.

Sebagai solusi, paranormal Ki Ageng Tapa putih mengatakan, adapun cara untuk menyingkirkan sengkala jodoh itu cukup banyak. Salah satunya dengan diruwat, atau dengan menjalankan sebuah ritual yang diperuntukan untuk ngudari sengkala yang sedang merundung orang yang bersangkutan. Biasanya, setelah dilakukan semacam ruwatan atau ritual, orang bersangkutan akan mendapatkan jodohnya. Biasanya Ki Ageng Tapa Putih melakukannya dengan cara sederhana dan lebih mementingkan hakekatnya.

“Jika saya menanganinya, maka saya lihat lebih dahulu persoalan yang merundungnya. Dalam penglihatan saya itu, saya dapat melihat penyebabnya. Dari situ pula saya akan menemukan penyelesaiannya,” tutur Ki Ageng Tapa Putih menerangkan.

“Banyak sekali cara untuk menutup jodoh orang. Hampir semua orang mengenal cara ini. Cara ini bisa dikatakan sebagai sihir. Biasanya, dilakukan oleh orang-orang yang menaruh dendam, karena cintanya ditolak atau karena lamarannya ditolak. Orang yang melakukannya memang keji,” Papar Ki Ageng Tapa Putih.

Hanya saja, ada penyakit pasti ada obatnya. Banyak cara untuk melepaskannya, asal kepada orang yang tepat dan dengan ikhtiar yang tak kenal lelah. Don’t worry be happy (jangan bersedih, bergembiralah) demikian kata anak muda zaman kini. (Sumber: metrogaib.com)

Senin, Juni 01, 2009

Bangun ‘Jembatan’ Pendulang Uang dengan Search Engine

Jangan remehkan kemampuan search engine, tak hanya informasi saja yang bisa didapat dari layanan ini. Jika ingin mendulang pundi-pundi uang di internet, search engine pun bisa berperan sebagai ‘jembatan’ usaha Anda.

Demikian diungkapkan Rendy Maulana, CEO Qwords.com web hosting dalam One Day Executive Seminar & Workshop bertajuk ‘How to Increase Sales Using Internet’ di Hotel Aston Braga Bandung, Kamis (7/5/2009) petang.

Penilaian Rendy bukan tanpa alasan. Pasalnya, saat ini keberadaan mesin pencari tak bisa dilepaskan dari pengguna internet. “Orang saat ini mencari apapun di search engine,” ujar pengusaha muda lulusan School of Business Management (SBM) ITB tersebut.

Jadi tak ada salahnya jika hal yang sering digunakan masyarakat dunia maya itu kita optimalkan. Namun tentunya, lanjut Rendy, menyulap search engine menjadi alat marketing bukanlah sesuatu yang mudah, harus ada trik khususnya.

“Buat situs yang disukai oleh search engine. Gambar dan angka kurang disukai oleh search engine. Buatlah situs dengan konten yang menarik dan selalu update,” ungkapnya.

Saat ini, orang mencari segala seuatu di search engine. Setelah menemukan situs yang diinginkan, mereka akan mencatatnya dan kemudian akan melakukan transaksi.

“Selanjutnya mereka akan melihat apakah situs kita dipercaya atau tidak. Jadi update situs merupakan hal yang mutlak dilakukan,” paparnya.

Rendy lalu mencontohkan, situs jual beli buku yang selalu meng-update situsnya dengan memberikan harga yang selalu berubah-ubah. “Ini nilai plusnya, situs ini
update. Tapi juga harus dilihat dulu produknya. Tidak semua produk bisa naik turun harganya,” pungkasnya. (Sumber:detikinet.com)

Kamis, Mei 28, 2009

Empat Penyakit Karena Tidak Bersyukur

“Sangat menarik bagi urusan orang mukmin itu. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya dan tiada yang demikian itu bagi seseorang melainkan hanyalah bagi orang yang beriman. Jika ia memperoleh kebaikan, maka ia bersyukur, maka baiklah padanya. Jika ia mendapat kesulitan maka ia bersabar dan menjadi baiklah padanya.” (HR Muslim)
Mereka yang tidak pandai bersyukur bila memperoleh nikmat dan tidak pandai bersabar kala mendapat cobaan dan ujian niscaya tidak akan mendapat kebahagiaan di dalam hidupnya. Bahkan dalam Al-Quran Surat Al-Fajr ayat 15-20 juga diterangkan bagi mereka yang tidak pandai bersyukur dan bersyukur akan mengidap sedikitnya empat macam penyakit:
1. Sombong dan angkuh. Islam mengajarkan kepada kita agar mengasihi sesama manusia terutama mereka yang memerlukan pertolongan seperti halnya anak yatim. Tidak ada yang menanggung segala keperluan hidupnya.
2. Ananiah. Yakni hanya mementingkan diri sendiri sehingga dia tidak mau menganjurkan untuk memberi makan kepada fakir miskin. Islam mengajarkan kepada kita supaya memiliki rasa kemanusiaan yang diwujudkan dalam amal nyata yaitu berupa penyantunan kepada orang yang masih kurang beruntung dalam kehidupannya.
3. Serakah, tamak, loba dan egois yang berlebihan. Sifat-sifat ini sangat berbahaya karena bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya walaupun dengan melanggar aturan-aturan agama dan undang-undang yang berlaku.
4. Cinta harta yang berlebihan. Orang-orang yang cinta harta ini biasanya akan lalai dengan tugas dan tanggung jawabnya apalagi untuk menunaikan perintah Allah SWT. Dalam surat Al Humazah disebutkan bahwa manusia seperti itu tempatnya nanti di neraka huthamah.
Ada tiga dimensi syukur. Pertama, bersyukur dengan hati yakni ungkapan kepuasan dalam batin atas anugerah yang diperoleh. Kedua, bersyukur dengan ucapan yakni mengakui angerah dan memuji pemberinya. Ketiga, bersyukur dengan perbuatan yakni bekerja memelihara, memanfaatkan dan mengembangkan angerah yang diperoleh sesuai tujuan pemberian anugerah tersebut. (Sumber: sripoku.com)