Tampilkan postingan dengan label Manajemen Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Wisata. Tampilkan semua postingan

Kamis, Maret 31, 2011

Dari Mana Dapat Duit untuk Jalan-jalan?

Saya sering dikira orang kaya — atau anak orang kaya — karena sering jalan-jalan, apalagi ke luar negeri. Ini agak aneh; sebab apa iya hanya orang kaya yang bisa jalan-jalan? Banyak kok orang Indonesia yang bukan orang kaya yang juga banyak jalan-jalan.

Banyak pula yang bertanya pada saya: "Kok bisa punya duit buat jalan-jalan? Dapat dari mana sih?"

Kecuali Anda tajir melintir atau keturunan orang kaya-raya, bekerja sudah pasti menjadi cara mendapatkan uang yang kemudian ditabung. Pastinya metode ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, apalagi kalau tujuan perjalanan Anda luar biasa seperti keliling dunia misalnya.

"Ah, dia sudah manajer jadi gajinya gede," begitu sebagian orang berkilah karena melihat dirinya tidak bisa jalan-jalan juga. Tapi buktinya saya yang kerja sambil kuliah bisa menabung dan jalan-jalan ke Eropa. Dan berapapun gaji saya, tetap saya bisa jalan-jalan.

Tak perlu menunggu jadi manajer untuk bisa jalan-jalan ke luar negeri. Sekarang pun bisa. (Ilustrasi: Dok.ThinkStock)

Masih merasa tidak masuk akal bagaimana mendapatkan duit untuk jalan-jalan? Mungkin beberapa ide di bawah ini bisa dicoba:

1. Kerja sampingan
Kerja sampingan adalah cara paling mudah mendapat tambahan penghasilan. Variasi pekerjaannya pun sangat luas. Bisa berdagang, mengajar, menulis dan sebagainya. Coba amati sekeliling Anda, cari peluang, dan putar otak untuk menghasilkan uang.
2. Mencari Sponsor

Pernah lihat acara jalan-jalan ke luar negeri bersama artis? Nah, kalau Anda artis atau figur publik, memang gampang sekali mencari sponsor untuk jalan-jalan. Tapi sebagai orang biasa, bukan berarti Anda tidak bisa mendapatkan hal itu.

Beberapa biro perjalanan punya "Paket 10 gratis 1". Maksudnya jika Anda bisa mendapatkan sepuluh orang untuk sebuah paket wisata, Anda akan mendapatkan satu paket gratis yang bisa Anda jual lagi atau dipakai sendiri. Kalau Anda tidak menemukan biro perjalanan yang punya paket seperti itu, Anda bisa bernegosiasi untuk membuat paket tersebut.
3. Ikut undian

Di Indonesia banyak sekali undian berhadiah. Hanya dengan membeli sebuah produk, Anda mendapat kesempatan untuk memenangkan sesuatu. Baik berupa uang maupun barang berharga. Bahkan beberapa bank menyelenggarakan undian berhadiah untuk tabungan. Selain uang Anda bertambah karena rajin menabung, Anda juga berkesempatan memenangkan sesuatu. Silakan buktikan kemujuran Anda dan jangan lupa banyak berdoa.
4. Berinvestasi

Anda pasti tahu bahwa beberapa barang nilainya meningkat dengan cepat dalam hitungan bulan atau bahkan hari, misalnya emas dan surat berharga. Sisihkan penghasilan Anda untuk membeli instrumen investasi untuk kemudian dijual sebagai biaya jalan-jalan. Let your money works.
5. Mengatur gaya hidup

Kalau Anda bisa memilah dan memilih dari sekian banyak kebiasaan Anda, pasti ada yang bisa dibuang supaya menghasilkan uang, seperti mengurangi belanja atau "ngafe". Kalau mau sering jalan-jalan, jangan ragu mengurangi kegiatan yang menghabiskan uang hanya demi gaya. Jika perlu, bawalah makan siang dari rumah demi kesehatan tubuh dan kantong. You gain some, you lose some.
6. Cuci gudang

Kapan terakhir kali Anda "membereskan" rumah, dalam arti membuang barang yang tidak perlu? Jika Anda cermat, banyak sekali barang di rumah kita yang tidak perlu-perlu amat dimiliki. Silakan pilah dan pilih barang yang tidak Anda perlukan tapi masih cukup bernilai, kemudian buatlah garage sale. Lumayan, kan?

Seperti halnya ke Roma, ada banyak jalan menuju jalan-jalan. Jangan jadikan "tidak punya duit" sebagai dalih. Mulailah rajin menabung, cermat mencari peluang, berpikir kreatif dan segera jalan-jalan!
(Trinity)

Senin, April 12, 2010

Motivasi Diri: Kekuatan Cinta

Mengapa setelah mengikuti seminar motivasi, motivasi tidak bertahan lama?” Pada artikel lain saya sudah membahas bahwa motivasi memang bisa berkurang. Menyangka motivasi itu permanen, adalah kesalahan yang pertama. Alasan kedua ialah kita akan kehilangan motivasi jika kita hanya mengharap motivasi dari luar. Sebab motivasi terkuat datang dari diri sendiri.

Dalam berbagai buku NLP disebutkan bahwa hanya ada dua faktor motivasi yaitu mengejar kenikmatan dan menghindari kesengsaraan atau rasa sakit. Namun jika saya kerucutkan lagi, hanya ada satu faktor motivasi, yaitu cinta. Semakin besar cinta kita, akan semakin besar motivasi yang bangkit.

Lihatlah, banyak orang yang sampai nekat bunuh diri karena putus cinta. Ini menggambarkan bahwa cinta memiliki kekuatan untuk menggerakkan diri kita, bahkan untuk hal-hal yang buruk dan tidak masuk akal. Mungkin Anda sudah banyak mendengarkan kisah cinta picisan, apa pun dilakukan “karena cinta”.

Joe Vitale menyadari kekuatan cinta sebagai motivator utama setelah dia melihat film 50 First Dates (2004) (50 Kencan Pertama) yang menggambarkan usaha seorang pria yang setiap hari berusaha membuat seroang wanita jatuh cinta kepadanya. Usaha ini dilakukan setiap hari, karena sang gadis pujaan memiliki ingatan yang mampu mengingat cuma 1 hari. Ini hanya salah satu dari sekian kisah cinta dalam film.

Anda bisa memanfaatkan kekuatan cinta ini untuk mendapatkan motivasi diri. Tentu saja, tidak sebatas cinta terhadap lawan jenis, tetapi cinta kepada hal lainnya juga. Saat Anda mencintai pekerjaan Anda, Anda akan memiliki motivasi yang cukup saat bekerja. Lihatlah pemasin sepak bola, di tengah jadwal yang ketat, mereka tetap enjoy bermain di lapangan, karena mereka mencintai profesinya sebagai pesebak bola.

Namun, ada cinta yang paling kuat. Saat Anda tidak memiliki cinta ini, sungguh Anda sudah menyia-nyiakan hidup Anda. Inilah cinta yang paling besar, yang memotivasi para mujahid di medan perang. Tidak takut mati, tidak takut rasa sakit, tidak takut apa pun, demi cinta ini. Cinta ini tiada lain, cinta kepada Allah.

Karena bekerja adalah bagian dari ibadah. Begitu juga bisnis adalah bagian dari ibadah. Dan, ibadah adalah sebagai cinta kita kepada Allah, maka kerja dan bisnis kita juga adalah perwujudan cinta kita kepada Allah. Seharusnya, saat kita bekerja dan bisnis, kita akan memiliki motivasi yang tinggi.

Sudahkah?
Mari kita pancangkan niat kita, bahwa kerja dan bisnis kita untuk beribadah. Marilah kita pupuk kesadaran kita, bahwa bisnis dan kerja kita adalah salah bentuk wujud cinta kita kepada Allah.

Adakah perasaan cinta kita kepada Allah? Jika terasa kurang, maka iman kita harus ditingkatkan lagi. Sebab cinta kepada Allah hanya dimiliki oleh mereka yang beriman.

Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (QS Al Baqarah:165).
(www.motivasi-islami.com)

Kiat Sukses ala Chairul Tanjung

Chairul Tanjung berbagi rahasia suksesnya menjadi pengusaha. Menurut pria yang masuk dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia versi Majalah Forbes tersebut, modal utama untuk menjadi seorang pengusaha bukanlah modal yang besar.

Namun yang terpenting, seorang calon pengusaha tidak boleh cengeng dan mudah menyerah.

"Tanpa kerja keras ini semua omong kosong. Modal utama pengusaha adalah jangan cengeng, jangan mudah menyerah," kata Chairul saat ditemui dalam Pesta Wirausaha 2010 di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto Jakarta Minggu (11/4/2010).

Apa yang disampaikannya bukanlah omong kosong belaka. Namun lebih berdasarkan pada pengalamannya sebagai seorang pengusaha sukses. Ia mengaku saat memulai membangun kerajaan bisnisnya, ia sudah terbiasa bekerja lebih dari 18 jam per hari. Menurut Chairul, itu dilakukan untuk mewujudkan impiannya, yang sering dianggap terlalu.

"Anda semua akan dapat berdiri di sini menggantikan saya apabila bekerja keras. Dan dibutuhkan kemampuan entrepenuer dan manajerial yang baik. Tidak lagi semata-mata modal," ungkapnya di hadapan para wirausaha yang bernaung dalam wadah komunitas 'Tangan Diatas' (TDA).

Selain kerja keras, hal lain yang harus diingat adalah kerja ikhlas. Setelah itu, imbuh dia, baru menyerahkan segala hasil kerja keras yang dilakukannya kepada Tuhan.

Tips lainnya untuk menjadi seorang pengusaha sukses di tanah air yaitu harus mampu menciptakan bisnis yang tidak biasa (unusual). Dirinya mencontohkan bagaimana seorang pengusaha air mineral, AQUA, menciptakan peluang yang tidak dipikirkan orang kebanyakan sebelumnya. Dan akhirnya AQUA diikuti oleh banyak pengusaha lain untuk terjun di bisnis air kemasan.

"Kita juga ingat bagaimana Bill Gates menjadi pendiri Microsoft, dan menciptakan sistem komputer pertama yang dapat digunakan dengan mudah. Bill Gates juga tercatat sebagai yang paling sering masuk dalam orang terkaya di dunia. Sekarang siapa yang bisa menyaingi Microsoft. Begitu juga dengan AQUA. Tidak ada," paparnya.

Seperti diketahui, pada awal bulan lalu pemilik Para Group ini masuk ke dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia versi majalah forbes, dia menempati posisi 937 dengan jumlah kekayaan sebesar US$ 1 Miliar. Tahun lalu, pengusaha kelahiran Jakarta, 16 Juni 1962 ini juga masuk daftar 40 orang terkaya di Indonesia.

Selama ini, bidang bisnis yang pernah digeluti olehnya adalah bidang keuangan, properti, dan multimedia. Bahkan Chairul Tanjung pernah dinobatkan sebagai seorang tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia oleh Majalah Warta Ekonomi.

Chairul bukan tergolong pengusaha "dadakan" yang sukses berkat kelihaian membangun kedekatan dengan penguasa. Mengawali kiprah bisnis selagi kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, sepuluh tahun kemudian ia telah memiliki sebuauh kelompok usaha yang disebut Para Group yang membawahi dua stasiun televisi yaitu Trans TV dan Trans7. Selain itu Chairul juga membidangi usaha sektor keuangan melalui PT Bank Mega Tbk.

Kelompok usaha ini dibangun berawal dari modal yang diperoleh dari Bank Exim sebesar Rp 150 juta. Bersama tiga rekannya yang lain, ia mendirikan pabrik sepatu anak-anak yang semua produknya diekspor. (www.detik.com)

Senin, Januari 11, 2010

7 Kesalahan Tes Wawancara Kerja

Anda sudah kerja keras supaya bisa masuk ke tahapan tes wawancara kerja. Anda sudah lolos tahap penyaringan surat lamaran dan curriculum vitae, dan mungkin juga wawancara telepon. Nah sekarang tantangannya adalah menghadapi secara langsung para pewawancara dan mungkin juga sang pemilik perusahaan. Padahal bagian wawancara atau interview ini lah yang biasanya dianggap paling membuat stress. Di sini Anda tidak bisa lagi bersembunyi di belakang surat lamaran dan curriculum vitae. Maka perlu kemudian Anda berhati-hati untuk tidak melakukan beberapa kesalahan umum sebagai berikut:

1. Hadir Terlambat
Ngaret: tak ada cara yang lebih mudah ketimbang ini untuk dg sukses kehilangan poin baik dari employer prospektif. Yang namanya kesan pertama itu memang amat membekas. Sayangnya, hadir terlambat meneriakkan pesan semacam “Aku ini ndak bisa diandalkan” atau “Waktu Anda semua ndak begitu penting buat saya”. Apakah ini yang Anda ingin para pewawancara dan employer prospektif pikir tentang diri Anda bahkan sebelum Anda sempat berucap seutas kata pun? Pastikan Anda telah ketahui secara pasti lokasinya, sehingga nanti tidak perlu habiskan waktu untuk tersesat ria. Datanglah amat awal di tes wawancara Anda. Dengan begitu, hujan lebat, banjir, macet atau urusan lain tidak akan jadi perusak kesan baik Anda. Jika ternyata sampai kebetulan ada truk tronton ngguling dan menumpahkan 10 ton tomat di tengah jalan, maka begitu Anda tiba di lokasi, segeralah minta maaf, beri penjelasan singkat, dan langsung lanjutkan (idealnya Anda telpon saja dari HP begitu merasa bakal terlambat).

Tapi jikapun Anda hadir jauh lebih awal, jangan lantas Anda nyelonong masuk saja ke ruang wawancara. Ini juga kurang baik, bahkan meskipun sang pewawancara terlihat sedang nganggur dan asyik bercanda. Tunjukkan bahwa Anda betul-betul menghargai waktu sang pewawancara, dan hanya masuk ketika telah dipanggil atau diperkenankan.

2. Berperilaku Kurang Menyenangkan
Lho, gimana ni kok bisa-bisanya berperilaku tidak menyenangkan? Iya, ini ketika ternyata Anda temukan bahwa pekerjaan yang awalnya Anda inginkan ternyata tidaklah semenarik yang Anda kira sebelumnya. Jika Anda termasuk orang yang polos, bisa jadi sikap ketidaktertarikan Anda akan langsung nampak, udah males-malesan mau melanjutkan wawancara. Dari sini, berhati-hatilah untuk tidak menampakkan sikap tidak menyenangkan seperti sikap acuh tak acuh, tidak perhatian, menyela perkataan ataupun yang lain. Ingat bahwa sang pewawancara juga punya teman, keluarga, dan relasi yang bisa jadi membawa pengaruh peluang kerja Anda di masa depan. Jika perilaku Anda buruk, sang pewawancara akan ingat dan akan sebarkan cerita buruk dan perilaku tak profesional yang Anda tampakkan.

Sehingga milikilah kebiasaan menyenangkan. Gunakan nada bicara yang menyenangkan, jangan gunakan bahasa gaul. Meskipun Anda gugup, tapi ya jangan sampai lah tampak seperti zombie; miskin senyum, tatapan dingin dan tampang tak mengenakkan. Tampakkan antusiasme dan penuh empati.

Hal ini berlaku bahkan ketika Anda menghadapi bagian resepsionis. Dia adalah orang yg pertama kali Anda temui di tempat wawancara, dan pertemuan dengan dia lah yang membentuk kesan pertama atas Anda. Jangan salah anggap bahwa pangkat rendah itu sama artinya dengan tak diperhitungkan. Ada kemungkinan adalah tugas sang resepsionis untuk mengantarkan Anda ke sesi wawancara kerja. Dia punya daya untuk mengantarkan atau memperkenalkan Anda kepada para pewawancara secara positif atau negatif bahkan sebelum Anda bertatap wajah dengan mereka. Sehingga sang pewawancara bisa jadi akan mengkonfirmasi pendapat sang resepsionis begitu Anda telah pergi.

Sehingga sederhana saja; kepada siapapun yang Anda temui di tempat wawancara; bersikap ramah lah.

3. Kurang Persiapan & Latihan
Sudah jelas, persiapan dalam wawancara memang penting. Pewawancara berharap Anda tahu sesuatu tentang perusahaan dan posisi yang Anda incar. Pengetahuan itu akan membuat Anda tampak termotivasi dan benar-benar tertarik. Maka pastikan Anda sudah lakukan PR Anda; info tentang perusahaan, produk layanannya. Pelajari dari liputan media massa, internet, majalah, mantan karyawan, dsb.

Bentuk persiapan lain adalah dengan mengenali model-model pertanyaan yang sekiranya akan diajukan, semisal seperti yg bisa Anda baca di blog ini. Itu bukan untuk dihapal sehingga Anda tak ubahnya seperti beo.

Dampak lain dari kurang latihan adalah munculnya lusinan kata “eemm”,”anu”,”kira-kira”, “mungkin” dan segala hal yang membuat Anda terkesan meragukan atau tak meyakinkan. Jika memang latihan sudah cukup tapi pas hadapi pertanyaan susah, maka daripada gunakan “eee” atau “anu”, mending beri saja jeda sebelum menjawab, dan juga antar kalimat waktu berbicara.

Maka janganlah lupa untuk melakukan latihan khusus untuk job interview Anda.

4. Gagal Mengartikulasikan Kelebihan Kekurangan
Menyebutkan kekuatan dan kelebihan memang ada seninya. Hanya Anda yang paling bisa mengenali kekuatan dan potensi diri sendiri. Ini bukan tempatnya untuk rendah hati. Jangan ragu untuk menceritakan kompetensi dan pencapain serta prestasi Anda. Anda perlu jaga jaga bila sang pewawancara belum sempat membaca detail CV Anda.

Tapi kadang masalahnya cuman karena gugup aja. Gara gara itu, apa yang harusnya kalimat sederhana jadi mbulet ndak jelas maksudnya apa. Dan lantas tak perlu pula gunakan bahasa dan istilah canggih dengan maksud agar terkesan pintar. Biasa aja, yang penting maksud Anda tersampaikan.

Variasi lain dari kesalahan ini adalah ketidakmampuan dalam menyambungkan pengalaman dan kompetensi diri dengan pekerjaan yang ditawarkan. Job description dari pekerjaan tawaran menggambarkan kebutuhan perusahaan. Maka Anda harusnya bisa menyambungkan pengalaman, bakat-bakat dan kekuatan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Sehingga jika paparan kompetensi dan pengalaman Anda ngglambyar ke mana-mana sampai perihal yang tak relevan, maka peluang Anda diterima pun mengecil.

5. Mengeluh atau Menjelekkan Orang Lain
Anda akan terlihat buruk bila Anda banyak mengeluhkan atasan dan tempat kerja Anda sekarang, atau yang lalu lalu, atau pesaing-pesaing Anda. Tak perlu kita menjelekkan pihak lain untuk meninggikan diri sendiri. Itu bukanlah cara yang berhasil. Jikapun secara jujur Anda punya masalah dengan kondisi atau budaya kerja dari tempat kerja yang sekarang, tidak perlu juga Anda berkeluh kesah panjang lebar.

6. Salah Busana
Sekali lagi, kesan pertama begitu awet diingat. Dalam 17 detik pertama sejak sang pewawancara melihat Anda, kesan yang Anda hasilkan haruslah yang luar biasa positif. Berpakaianlah ala konservatif, jangan yang gaul. Untuk Anda yang perempuan: Tidak perlu gunakan banyak perhiasan; yang simpel2 saja. Jika Anda memang mengenakan perhatian, sebaiknya jangan yang imitasi. Gunakan sepatu hak rendah. Untuk Anda yang Laki-laki: Perhatikan arloji Anda, jangan kenakan arloji kekanakan yang penuh warna cerah. Jangan gunakan cincin akik secara mencolok. Sisir rapi rambut Anda. Tidak perlu juga gunakan parfum yang berlebihan sehingga bisa tercium dari radius jarak 2 meter. Jika Anda naik motor, sebaiknya cek lagi penampilan Anda di kamar mandi sebelum tiba giliran Anda. Dan jangan lupa tinggal jaket dan sarung tangan Anda di motor. Anda bahkan harus terlihat cakep sejak bertemu dengan resepsionis.

7. Makan Permen Karet atau Merokok
Permen karet dan rokok bisa jadi teman sejati Anda di kala sedang gugup. Tapi semua itu tidak sebaiknya menemani sejak Anda sudah sampai di daerah parkiran. Permen karet membuat Anda tidak terkesan formal dan malah terlihat sok. Sementara rokok bisa jadi memberi kesan bahwa Anda kurang menaruh hormat pada sesi formal wawancara. Bahkan jika sang pewawancara terlihat merokok di ruang tunggu, Anda sebaiknya tidak merokok. Anda toh ibaratnya sedang mertamu ke rumah orang. Dan merokok merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh sang pemilik rumah kepada tamunya.

Sama halnya dengan Curriculum Vitae yang membuat Anda lolos menuju tes wawancara, maka kemampuan job interview yang bagus juga bisa meloloskan Anda menjadi kandidat terpilih. Sehingga pastikan Anda tidak melakukan kesalahan-kesalahan di atas. (akhmadguntar.com)

Kamis, Oktober 08, 2009

Hilang Ide

Yth Ibu Sarfilianty Anggiani
Dengan situasi ekonomi yang tidak pasti ini, bisnis menjadi sa-ngat sulit dijalankan. Begitu yang saya rasakan pada bisnis. Saya seperti kehilangan akal dalam mencari berbagai ide untuk bisa mem-pertahankan pasar yang ada. Dalam kondisi seperti ini hal apa yang sebaiknya saya lakukan agar bisnis tetap bertahan? Mohon saran ibu.
Johan - Plaju

Sdr Johan yang budiman, memang menjalankan bisnis penuh deng-an tantangan dan resiko yang sulit ditebak. Bisnis bermain dilautan yang luas. Kadang kala ombanya tenang, beriak dan kadang kala om-bak besar datang tak terkirakan. Dalam hal itulah pelaku bisnis dituntut untuk memiliki seni yang tinggi untuk menghadapinya. Bila tidak, mere-ka akan tersapu oleh ombak tersebut.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan bisnis pada situasi yang tidak pasti. Namun yang perlu disadari adalah bahwa sebagai leader perusahaan, para pemimpin cenderung memiliki keter-batasan untuk mencari solusi terbaik bagi bisnisnya. Itu semua dikare-nakan beban kerja pimpinan yang begitu banyak dan kadangkala sulit untuk didelegasikan. Oleh karena itu agar bisnis tetap berjalan maka pimpinan harus kreatif dalam menghadpi situasi yang ada. Salah satu cara agar kreativitas pimpinan berkembang dengan baik adalah dengan memiliki tim kerja yang solid. Melalui tim maka segala permasalahan dapat diselesaikan lebih maksimal.
Tim dibentuk melalui sebuah proses, yaitu dengan memperhatikan kompetensi individu yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas tim. Pembentukan tim kerja sebaiknya memperhatikan aspek: kesamaan visi, tujuan, perilaku, dan juga gaya hidup dari setiap individu. Pada dasarnya inti utama dari pembetukan tim kerja tersebut adalah adanya komitmen bersama, saling percaya, dan saling menghormati antar se-sama anggota tim. Ketiga faktor inilah yang akan menentukan bahwa sebuah tim akan memiliki kekuatan yang maksimal dalam mencari sua-tu solusi atas masalah yang dihadapi organsiasi.
Pada dasarnya tim kerja berbeda dari sekedar kelompok kerja. Pada tim kerja dituntut akuntabilitas, baik secara personal maupun kelompok. Contoh tim kerja yang baik adalah tim bedah dirumah sakit. Setiap ang-gota tim (meliputi ahli bedah, ahli anestesi, perawat dan tenaga ahli lainnya) berfungsi secara profesional berdasarkan kompetensinya. Keti-ka mereka bekerja sebagai tim, interaksi antar anggota tim berjalan de-ngan lancar dan penuh kehati-hatian. Semua mempunyai komitmen pada satu tujuan yaitu kualitas operasi dan kesembuhan pasien.
Dari ilustrasi diatas dapat kita rasakan bagaimana hasil kerja dari sebuah tim. Hal itu pada dasarnya dapat bekerja dalam mengatasi ber-bagai kondisi dan situasi yang Anda hadapi dalam menjalankan bisnis. Anda dapat mengandalkan para bawahan Anda yang memiliki potensi dan kompetensi yang handal. Mereka dapat Anda satukan untuk men-jadi ujung tombak Anda dalam mencari ide kreatif untuk mengembangkan ide bisnis dalam menghadapi persaingan yang sedemikian ketat dalam kondisi ekonomi yang semakin tidak dapat diprediksi ini. Melalui kerja tim Anda akan lebih mudah mengambil keputusan terbaik dengan penuh pertimbangan yang matang dan melalui proses yang dapat diper-tanggung jawabkan oleh semua anggota tim. Dengan demikian, keaku-ratan keputusan akan lebih baik dan resiko yang Anda hadapi akan da-pat dikalkulasi.
Atas dasar itu, saran saya agar Anda memiliki tingkat konfidensi yang tinggi dalam menjalankan bisnis pada situasi yang tidak menentu ini ada baiknya Anda memiliki tim kerja. Dengan demikian Anda akan dapat mendiskusikan berbagai masalah yang harus segera Anda putuskan. Dan pada akhirnya bisnis Anda akan dapat berkembang dengan baik.
Demikian jawaban dari saya semoga dapat memberikan inspirasi dalam mencari solusi untuk meningkatkan usaha Anda. Selamat ber-juang, semoga kesuksesan selalu menjadi milik Anda. (Sumber: Sriwijaya Post)

Rabu, Oktober 07, 2009

Usaha Rumah Makan

Yth. Ibu Sarfilianty, saya ingin mengembangkan usaha keluarga yang bergerak di bidang rumah makan. Rumah makan yang kami kelola berjalan dengan baik dan pelanggan cukup banyak. Untuk pengembangan usaha tersebut, perlukah saya melakukan studi kelayakan? Mohon pendapat ibu. Terima kasih
(Rudi/ Plg)

Jawab:
Sdr. Roni yang budiman, selamat atas lancarnya jalan bisnis rumah makan anda. Memang dalam kondisi apapun, soal makan tak dapat ditunda. Atas dasar itu bisnis yang satu ini akan terus eksis. Meskipun demikian, strategi dan kejelian membaca selera pelanggan adalah hal yang penting untuk terus dipertajam.

Berkenaan dengan rencana pengembangan bisnis anda, sebenar melakukan studi kelayakan tergantung dari besarnya cakupan perluasan usaha yang akan dilakukan. Karena pengembangan usaha dalam skala yang relatif besar butuh biaya besar. Untuk itu kepastian lancarnya jalan bisnis dimasa depan perlu diperhitungkan dengan matang. Disisi lain, studi kelayakan juga dapat digunakan untuk meyakinkan para investor sebagai penyandang dana perluasan usaha tersebut bila pengembangan tersebut didanai oleh pihak ke tiga. Akan tetapi hal yang paling penting dari pelaksanaan studi kelayakan bisnis adalah untuk menganalisa secara detil tentang program dan kelayakan usaha yang akan dilakukan. Umunya studi kelayakan usaha mencakup analisa aspek pasar dan pemasaran, analisa aspek produksi, analisa aspek manajemen, dan analisa aspek finansial. Disisi lain, analisa juga dilakukan dengan menilai aspek internal dan eksternal organisasi (SWOT Analysis). Analisa dari berbagai aspek tersebut akan dapat menentukan prospek pengembangan bisnis, termasuk juga jangka waktu pengembalian investasi atas biaya yang dikeluarkan.

Dari penjelasan diatas terlihat bahwa studi kelayakan bisnis akan dapat memberikan informasi yang sangat menentukan apakah suatu rencana aktivitas bisnis dapat dilaksanakan atau tidak. Oleh karena itu, untuk aktivitas pengembangan bisnis dengan biaya yang cukup besar maka perlu dilakukan studi kelayakan. Hal ini penting guna mengantisipasi agar suatu kegiatan yang tidak profitable tidak dilakukan dengan gegabah.

Berdasarkan urian ini, saya yakin anda dapat menyimpulkan penting tidaknya kelayakan bisnis untuk pengembangan usaha anda. Saran saya, pertimbangkan secara hati-hati bila anda tidak melakukan studi kelayakan, minimal anda perlu mengkalkulasi segala sesuatanya tentang prospek bisnis dimasa depan. Dengan cara tersebut anda dapat memutuskan secara bijak apakah pengembangan usaha dapat segra dilakukan atau perlu ditunda pada suatu waktu dimasa depan.

Demikian jawaban dari saya, semoga dapat memberikan gambaran guna mendukung usaha anda. Selamat beraktivitas semoga usaha anda berkembang dengan baik. (Sumber: Sriwijaya Post)

Senin, Agustus 10, 2009

Kebiasaan Orang Sukses

Kesuksesan adalah obsesi setiap insan di dunia ini. Dan apapun akan diusahakan untuk meraih sukses itu. Memang, walau ukuran sukses bagi tiap orang berbeda-beda, tetapi apapun judulnya pastilah setiap orang ingin sukses.

Mungkin banyak yang masih bingung, bagaimana sih mencapai sukses itu? Apakah harus selalu bekerja keras, pantang menyerah, dan tidak mengenal lelah?
Menurut David C. Mc Clelland, seorang guru besar di Amerika yang mendalami perjalanan orang-orang sukses di dunia, mereka yang sukses adalah orang-orang yang tidak pernah berhenti mencoba, sekalipun awalnya mereka harus menemui kegagalan. Untuk lebih jelasnya, bagi anda yang ingin sukses, coba ikuti apa saja yang dilakukan oleh orang-orang sukses berikut ini, menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Mc Clelland:

- Orang sukses selalu percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia. Mereka memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

- Orang sukses mau mengambil risiko. Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru untuk mengikuti perkembangan jaman. Apapun akan dilakukan
oleh mereka untuk mencapai sukses, sepanjang jalan yang dilewatinya positif.

- Orang sukses mampu menikmati apa yang mereka kerjakan. Mereka selalu melihat pekerjaan sebagai hobi atau kesenangan. Mereka juga memilih pekerjaan yang dapat melecut semangat juang mereka. Karena orang sukses menyukai tantangan. Mereka sangat menikmati proses pencapaian kesuksesan mereka, dimanapun mereka berada.

- Orang sukses adalah orang yang tak pernah berhenti belajar. Mereka sangat menyadari bahwa ilmu pengetahuan tidak pernah berakhir sekalipun kehidupan nyaris berakhir. Ilmu pengetahuan bisa didapat dari buku-buku pengetahuan, surat kabar, majalah, televisi, internet dan lain-lain. Jangan khawatir, di jaman teknologi informasi dewasa ini anda nggak akan kekurangan media untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Ingat, dengan pengetahuan yang cukup, anda akan semakin percaya diri dan leluasa melangkah di dunia kerja.

- Orang sukses selalu berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan. Mereka mampu menyemangati diri sendiri untuk berhasil meraih sukses. Karena umumnya, orang sukses punya cara tersendiri untuk memotivasi diri hingga mereka dapat terus berkarya. Hebatnya, mereka pun mampu menyemangati orang lain
untuk mencapai sukses yang diinginkan.

- Orang sukses tidak pernah setengah-setengah dalam bekerja. Mereka memiliki semangat yang membara dan kekuatan yang penuh untuk mencapai kesuksesan. Mereka pandai memanfaatkan waktu dengan baik dalam kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
Nah apakah anda juga ingin sukses? Pasti lah ya…! So, kalau anda ingin sukses coba aja ikuti apa yang sering dilakukan oleh mereka yang sukses. Siapa tahu, sukses itu milik anda. (Sumber: tikpl1.wordpress.com)

Senin, Juli 27, 2009

Melatih Disiplin pada Anak

ANAK memiliki disiplin tinggi adalah dambaan setiap orangtua. Namun, tidak mudah mendidik anak untuk bisa mematuhi semua peraturan ayah dan ibunya. Setiap orangtua pasti menginginkan buah hati mereka menjadi anak-anak yang mengerti dan menaati peraturan serta memiliki disiplin tinggi.

Banyak hal tentang disiplin bisa diajarkan kepada anak, misalnya disiplin dalam belajar, beribadah, makan atau minum tanpa harus disuruh, dan si anak bersedia melakukan hal tersebut.

Melatih disiplin pada anak sebenarnya berkaitan erat dengan bagaimana orangtua merespons perilaku si buah hati, dan hal itu akan membentuk tingkah lakunya kelak.

Yang harus dilakukan oleh orangtua adalah mengajar atau mendidik anak agar mengerti konsep baik dalam tingkah laku dan melatih bertingkah laku yang sesuai dengan aturan. Untuk melatih anak bertingkah laku baik, orangtua harus sabar dan sebaiknya mempunyai beberapa aturan.

Aturan pertama yang harus dilakukan adalah mencegah dan menghindari masalah. Sebagai orangtua, cobalah menghindarkan dan mencegah sesuatu yang nantinya dapat menimbulkan kesalahan perilaku yang tidak diinginkan, seperti menyuruh cepat tidur ketika waktu tidur malam belum tiba atau menyuruh makan ketika lewat jam makan.

Langkah berikutnya yang harus dilakukan orangtua adalah memberikan contoh yang baik serta sikap positif. Apalagi jika anak berbuat hal yang membuat orangtua marah. Sebaiknya orangtua memberikan pengertian yang dapat diterima tanpa harus menggunakan kekerasan fisik.

"Orangtua juga harus memberikan batasan mana yang salah dan mana yang benar,mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Selain bermanfaat bagi orangtua, juga akan berguna bagi anak karena mereka akan nyaman di setiap aktivitas yang dilakukan," kata psikolog alumni Universitas Indonesia, Dr Aziz Widodo.

Ditambahkan Aziz,orangtua sebaiknya memberikan aturan atau batasan apa yang bisa dilakukan anak dan mana yang tidak boleh dilakukan.

"Ajarkan anak mengucapkan kata tolong ketika dia meminta. Selain itu, dengan kesabaran dan bimbingan orangtua, anak akan belajar membedakan sesuatu yang salah dan benar," terang psikolog bertubuh bongsor itu.

Agar anak mengerti apa yang bisa dilakukan dan yang tidak, orangtua diharapkan mampu mengatakan harapannya kepada anak secara terbuka. "Biasanya karena sayang kepada orangtuanya, anak akan mudah menjalankan aturan jika mendengar harapan-harapan orangtua. Ini dilakukan anak karena ingin membuktikan cintanya kepada orangtua," beber Aziz.

Yang harus diperhatikan orangtua selanjutnya, kata Aziz, adalah konsisten ketika membuat aturan dan konsistensi dalam menjalankan aturan tersebut. Misalnya, hari ini anak disuruh tidur pukul delapan, tetapi besok pukul sembilan. Hal ini dapat mengundang ketidakpatuhan dan hampir tidak mungkin untuk mendisiplinkan anak.

Aturan-aturan dan rutinitas yang telah ditetapkan dalam sebuah keluarga harus terus diterapkan meskipun orangtua dalam keadaan lelah sepulang bekerja.

"?Sikap yang tidak konsisten dapat membuat anak menjadi bingung untuk belajar berperilaku. Jelaskan kepada mereka mengapa ada perubahan dan hanya terjadi pada hal-hal tertentu jika ada peraturan yang berubah," tuturnya.

Yang wajib pula dilakukan orangtua agar anakanak bisa disiplin adalah menunjukkan ketegasan serta jangan terpengaruh jika anak menangis atau merengek ingin melanggar aturan yang telah disepakati.

"Jika orangtua terlalu lunak atau selalu mengalah, anak akan suka membantah. Anak akan menemukan 'sesuatu' untuk mendapatkan respons yang dia inginkan. Lebih baik menunjukkan ketegasan kepada anak, karena jika tidak menekankan batasan yang boleh dia lakukan, maka kita merampas anak untuk mengerti bagaimana bertingkah laku yang baik," papar psikolog anak yang berdomisili di daerah Bogor itu.

Selain itu, pesan akan lebih mudah diterima oleh anak ketika orangtua menyampaikannya secara santai dan sikap yang rasional. Membentak dapat menurunkan mental anak dan anak akan meniru.

Jika terlalu diam, anak akan menganggap apa yang dilakukannya adalah benar dan akan melakukan hal serupa lagi. Batasan yang tegas bakal mengajarkan anak kapan dia harus menghentikan perilaku yang tidak dikehendaki dan menurut pada orangtuanya.

Misalnya dengan mengeluarkan perkataan, "Jangan melempar-lempar mainanmu seperti itu". Batasan tegas seperti itu paling baik jika ditunjukkan dengan suara orangtua yang terdengar tegas seperti komando serta mimik muka yang serius.Batasan yang terlalu lunak alias tidak tegas dapat membuat anak mempunyai pilihan,menurut atau membangkang.

Senada dengan Aziz, Kepala SDN IX Kelapa Gading, Jakarta Utara, Achmad Sholeh mengatakan bahwa anak-anak bisa dengan sukarela menjalankan aturan jika dari awal telah ditanamkan pentingnya nilai-nilai kebaikan.

"?Cara anak bertingkah di sekolah bisa mencerminkan bagaimana dia dididik di rumah," ujar Achmad Sholeh, yang dihubungi beberapa waktu lalu. Menurutnya, di sekolah anak lebih mudah menjalankan aturan dibandingkan di rumah.
Itu karena di sekolah mereka merasa tertantang dan malu pada teman-temannya jika melanggar aturan yang ada. ?"Ada baiknya, di rumah orangtua juga memberlakukan aturan dengan kompensasi atau hukuman apabila si anak melanggar," sarannya. (Sumber: lifestyle.okezone.com)

Minggu, Juli 26, 2009

Yuk Sekolahkan Anak Sejak Dini!

Untuk Anda calon ibu muda, sudah harus memperhatikan pendidikan si kecil sejak dini. Menurut data, perkembangan berpikir anak berkembang pesat saat balita. Ini juga bisa membuat si anak giat sekolah sampai dewasa kelak.

Siang itu matahari bersinar terik. Anisa yang telah memakai seragam merah putih berangkat ke sekolah di sebuah desa di pedalaman Jawa Barat. Mulutnya terus terkatup, ketika guru memintanya untuk mengulang pelajaran berhitung yang sederhana. Dia bahkan sama sekali tidak membuka mulutnya untuk menjawab beberapa pertanyaan gurunya. Anisa sulit sekali diajak komunikasi. Dia tampak pasif dan penakut. Beda dengan Tomi walau sama-sama kelas satu SD, tapi Tomi lebih berani dan aktif. Anisa dan Tomi hanyalah contoh kecil, anak yang tidak ikut dan ikut PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Mengapa pendidikan anak usia dini menjadi penting? Dari berbagai penelitian tentang anak menunjukkan bahwa perkembangan intelektual anak terjadi sangat pesat pada tahun-tahun awal kehidupan anak. Sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun dan sisanya 20 tahun pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua.

Data dari Unicef juga menunjukkan bahwa anak-anak yang mengulang kelas adalah anak-anak yang tidak mengikuti PAUD sebelum masuk SD. Mereka adalah anak yang belum siap dan tidak dipersiapkan oleh orang tuanya memasuki SD. Adanya perbedaan yang besar antara pola pendidikan di sekolah dan di rumah menyebabkan anak yang tidak masuk pendidikan usia dini mengalami kejutan sekolah dan mereka mogok sekolah atau tidak mampu menyesuaikan diri sehingga tidak dapat berkembang secara optimal. Ini menunjukkan pentingnya upaya pengembangan seluruh potensi anak usia dini.

Tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya PAUD (0-6 th) masih rendah, terutama di desa-desa dan daerah pedalaman. Rendah karena kurangnya sosialisasi dan terbatasnya sarana dan prasarana.

Siapapun dan di mana pun mereka, anak-anak punya hak yang sama untuk mengecap pendidikan demi menyongsong masa depan mereka yang lebih baik. Karena dipundak merekalah nasib bangsa ini dipertaruhkan. (Sumber: detikhot.com)

Aku Ingin Jadi Guru

Cica nama balita itu. Tubuhnya kecil untuk anak usia 4 tahun. Alisnya tebal menutupi matanya yang kecil, tapi menyiratkan semangat. Setiap pagi dia diantar neneknya bersekolah di Taman Posyandu desa Benda, daerah Sukabumi. Orang tuanya bekerja sebagai buruh di perusahaan konveksi yang khusus membuat jaket. Cica baru 3 bulan sekolah di Taman Posyandu ini. “Setiap pagi dia minta cepat-cepat mandi untuk pergi ke sekolah. Kalau hari libur, dia sedih,” kata nenek Cica.

Cica adalah salah satu dari puluhan anak balita di pelosok desa yang mempunyai hak yang sama dengan anak-anak balita lainnya di kota untuk mengecap pendidikan agar masa depan mereka jadi lebih baik.

Satu generasi ke depan, negara kita akan diwariskan kepada anak-anak balita yang ada sekarang. Akan menjadi seperti apa negara ini nantinya adalah hasil dari usaha dan pikiran mereka. Kita sebagai generasi sekarang tentunya ingin bangsa dan negara ini akan terus maju dan berkembang pesat di kemudian hari karena upaya kerja keras dan kecerdasan mereka. Oleh karenanya, pendidikan amatlah penting bagi para calon penerus masa depan bangsa kita. Tentu saja pendidikan ini haruslah dimulai sedini mungkin, sehingga perkembangan kecerdasan serta pendidikan mereka dapat dilakukan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi mereka.

Berbagai penelitian membuktikan, usia dini (0-6 tahun) merupakan periode atau masa keemasan (the golden age) yang sangat menentukan tahap perkembangan anak selanjutnya. Kecerdasan anak mencapai 50 persen pada usia 0 – 4 tahun, sebanyak 80 persen pada usia delapan tahun, dan mencapai 100 persen pada usia 18 tahun. Ini berarti masa emas seorang anak berada pada usia dini, sebelum berusia 7 tahun. Pada masa ini, seorang anak mampu menyerap ide dan pengetahuan jauh lebih kuat daripada orang dewasa.

Sayangnya, belum semua orangtua, dengan berbagai alasan baik ekonomi ataupun sosial, menyadari potensi genetis anak di usia dini. Hingga akhir 2008, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)baru sekitar 50,03 persen dari 29,8 juta anak*. Dengan demikian, hampir separuh dari jumlah anak usia dini yang ada di negeri ini belum memperoleh layanan pendidikan.

Pemerintah saat ini memang sedang menggalakkan upaya peningkatan layanan PAUD agar lebih merata serta lebih berkualitas. Namun tentu saja upaya ini memerlukan waktu mengingat masih banyaknya daerah yang mampu merealisasikannya. Anak-anak itu perlu tumbuh menjadi sumber daya yang amat berharga dalam membangun bangsa ini di masa depan. Haruskah mereka yang tidak memiliki akses dan kesempatan saat ini menjadi bagian dari generasi yang hilang?

Jadi, maukah anda berpartisipasi untuk menolong mereka. Saatnya bagi kita untuk membangun bangsa ini dengan mengulurkan tangan sekarang untuk hasil yang lebih baik di kemudian hari? Selamatkan generasi penerus bangsa dengan membantu mereka mendapatakan PAUD, demi sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.

* Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Jenderal Pendidikan Formal dan Informal (PNFI), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). (Sumber: detikhot.com)

Minggu, Juli 05, 2009

Kebiasaan-Kebiasaan Buruk Saat Bekerja

TAHUKAH Anda, bahwa banyak orang secara tak sadar sering berperilaku buruk di tempat kerjanya? Jika perilaku ini menjadi kebiasaan, tentunya akan berdampak buruk bagi kariernya.

Tentunya, setiap karyawan memiliki kekurangan masing-masing dalam menjalankan pekerjaannya. Mulai dari kekurangan kecil yang tidak terlalu berdampak bagi orang lain sampai keteledoran yang bisa membahayakan perusahaan.

Sayangnya, beberapa orang sering tak menyadari kekurangan atau kebiasaan buruknya di tempat kerja. Penulis Anthony Balderrama dari careerbuilder.com mencoba mendaftar 10 kebiasaan buruk pekerja di tempat kerja. Yang mana kebiasaan buruk Anda?
Menunda pekerjaan Banyak orang merasa bahwa hasil pekerjaannya akan jauh lebih baik jika bekerja di bawah tekanan atau deadline. Meski begitu, dengan mempertimbangkan kerja tim dan cara kerja rekan yang lain, menunda pekerjaan bukanlah pilihan terbaik. Kebanyakan, menunda pekerjaan hingga menjelang deadline justru mengakibatkan banyak masalah. Jika Anda mengerjakan pekerjaan lebih awal, jika ada masalah atau kejadian tak terduga, maka Anda masih punya waktu untuk memperbaikinya. Bayangkan jika masalah tersebut Anda temui saat tengah di ujung dealine, rekan-rekan Anda akan bertanya-tanya mengapa Anda tidak melakukan persiapan matang terlebih dahulu.

Ceroboh saat mengirim e-mail E-mail sering menjadi alat komunikasi utama bagi perusahaan untuk mengirim berita atau mendelegasikan tugas. Karena itulah, sering kali kecerobohan terjadi saat penggunaan e-mail dikirim ke orang yang salah, detail e-mail yang belum diperbaharui atau masih menggunakan data yang lama, atau e-mail pribadi yang terkirim ke kolega bisnis.

Ketidaksopanan
Karyawan dan atasan sering kali pergi bersama setelah jam kantor usai. Saat itu, komunikasi di antara keduanya yang biasanya formal tentunya harus lebih cair saat berada di luar kantor. Meski begitu, rasa menghargai dan menghormati atasan harus tetap dijunjung tinggi. Jangan berbicara asal-asalan seperti Anda sedang bersenda gurau dengan rekan kerja atau sahabat Anda. Bagaimanapun, dia tetap atasan Anda.

Mengambil keuntungan dari fleksibilitas kerja
Beberapa perusahaan menerapkan peraturan yang tegas soal jam kerja, namun ada pula yang tidak menerapkannya secara kaku. Namun, jika Anda berlaku semena-mena terhadap jadwal tersebut, misalnya datang pukul 9.30 dan pulang pukul 16.00, maka reputasi Anda akan hancur. Hal ini juga berlaku untuk gaya berpakaian di kantor. Jika perusahaan Anda menerapkan pakaian kerja yang formal, maka pakaian bisnis yang agak kasual bisa diterima. Tapi jangan coba-coba memakai jins dan kaus ke tempat kerja, kecuali atas kesepakatan yang di setujui perusahaan.

Menolak berbaur
Banyak pepatah bijak mengatakan agar urusan pribadi dan karier jangan dicampuradukkan. Tapi ini bukan berarti kalau Anda boleh menarik diri sepenuhnya dari pergaulan di tempat kerja. Cobalah berbaur dan bersenang-senang dengan rekan kerja setelah usai jam kerja. Anda tak perlu harus bersenang-senang secara berlebihan atau mengiyakan setiap ajakan keluar. Yang penting, Anda dan rekan kerja bisa saling mengetahui pribadi masing-masing.

Selalu telat
Jika Anda sering telat datang untuk rapat dengan atasan atau kolega bisnis, cepat atau lambat, perilaku ini akan memengaruhi karier Anda. Jika suatu saat nanti ada promosi atau kenaikan jabatan, tentunya atasan akan berpikir dua kali sebelum mengangkat Anda. Siapa pula yang akan mempercayakan sebuah jabatan besar pada seseorang yang tidak bisa mengatur dirinya sendiri?

Menolak perintah
Satu hal yang sering dianggap sebagai sebuah ketidadilan dalam dunia kerja ialah, saat seseorang dipekerjakan di sebuah perusahaan, maka di aharus mengerjakan semua pekerjaan yang diperintahkan oleh atasannya. Maka jika Anda diminta atasan untuk mengerjakan pekerjaan yang bukan bagian Anda, maka Anda tidak bisa berkata," Itu bukan pekerjaan saya". Tentunya, menolak perintah akan berdampak buruk pada karier Anda.

Merasa paling benar
Saat rapat, sering kali ada karyawan yang bersikap sangat kritis dan merasa bahwa pendapat atau idenyalah yang paling benar. Tentu saja, semua orang butuh karakter "oposisi" yang tidak hanya berkata "ya" pada atasan. Namun, terlalu banyak berkata negatif juga akan memberi efek negatif pada karyawan lain. Yang lebih bijak dilakukan ialah, tetap menjadi pengkritisi tapi juga tetap memberikan yang terbaik bagi perusahaan.

Mengungkapkan keburukan perusahaan di ranah publik
Saat seseorang merasa kesal dengan atasan atau perusahaannya, sering kali mereka meluapkannya di Facebook, Twitter, atau blog. Sebenarnya tak masalah jika Anda meluapkan kekesalan tersebut, tapi jangan sampai melakukannya di ranah publik atau tempat yang bisa dibaca dan dikomentari orang lain. Cukup ceritakan secara tatap muka dengan rekan kerja atau teman Anda.

Politik kantor
Politik kantor terkadang tak bisa dihindarkan. Apalagi jika Anda bisa diuntungkan dengan situasi tersebut. Namun jangan sampai hal ini mengganggu produktivitas kerja. Jangan pula menyebar berita bohong yang bisa membuat suasana kerja tidak kondusif. (Sumber: lifestyle.okezone.com)

Rabu, Juli 01, 2009

Sulap Sepatu Lama Jadi Seperti Baru Yuk!

Saat ini, sepatu-sepatu era 80-an kembali digemari. Brand sepatu seperti Nike, Adidas dan Reebok kembali mengeluarkan seri sepatu jadulnya (model kuno) dengan warna-warna yang lebih berani.

Dulu Anda mungkin sudah pernah memiliki sepatu model tersebut. Namun karena sudah lama, sepatu itu pun kotor dan usang. Ingin membuat sepatu lama Anda seperti baru kembali? Ini caranya!

Pertama-tama bersihkan sepatu Anda dengan lap dan alkohol. Tujuannya agar sepatu Anda kembali bersih dari kotoran dan mengembalikan warna aslinya.

Bagian-bagian yang sulit untuk dibersihkan seperti bagian yang sering menekuk pada saat Anda berjalan ataupun bagian yang sudah pudar, bersihkanlah dengan aseton.

Jika Anda ingin warna yang berbeda, Anda bisa mengecatnya dengan menggunakan cat akrilik yang banyak dijual di toko-toko buku. Selain itu Anda memerlukan kuas untuk mewarnai sepatu tersebut.

Tentunya dibutuhkan kemampuan khusus untuk mengecatnya sepatu lama Anda. Arah pengecatan dilakukan satu arah agar alurnya tidak berantakan.

Selain itu, dalam pengecatan, lakukanlah dengan tipis dan beberapa lapis agar hasilnya lebih maksimal. (Sumber: detikhot.com)

Mengapa Warga Malaysia Enggan Jadi Pembantu

Malaysia mulai merasakan sindrom ketergantungan pembantu asing saat Indonesia menghentikan pengiriman pekerja migran ke negeri Jiran itu. Pemerintah Malaysia ternyata mengaku sulit menarik minat warga sendiri untuk menjadi pembantu rumah tangga.

Bukannya karena banyak yang tidak mampu, melainkan banyak warga yang tak mau digaji kecil. Demikian ungkap laman harian The Straits Times, Selasa 30 Juni 2009.

Sejak tahun lalu, pemerintah sudah memperkenalkan program pelatihan bagi warga untuk menjadi "manajer rumah." Mereka dijanjikan bisa mendapat penghasilan hingga 2.000 ringgit/bulan (sekitar Rp 5,8 juta). Gaji itu empat kali lebih besar dari rata-rata gaji bulanan pembantu asal Indonesia.

Namun lembaga pelatihan Institut Karisma kepada New Straits Times mengaku bahwa para lulusan kursus menolak sejumlah lowongan kerja. Alasannya, gaji yang ditawarkan terlalu sedikit

"Saya sudah menerima sejumlah permintaan untuk disediakan manajer rumah. Namun calon majikan hanya menawarkan gaji 400 ringgit (sekitar Rp 1,1 juta) per bulan," kata Shah Amirudin Idris, manajer institut.

Dia menilai bahwa manajer rumah merupakan profesi yang lebih tinggi ketimbang pembantu rumah tangga. Namun profesi masih dipandang sama dengan pembantu rumah tangga, padahal itu merupakan pekerjaan terhormat.

Sementara itu Deputi Menteri Tenaga Kerja Maznah Mazlan Senin lalu mengatakan kepada parlemen bahwa, gaji dan kondisi kerja harus diperbaiki demi menarik minat perempuan Malaysia untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Mazlan mengungkapkan hasil survei bahwa selama ini hanya 6,7 persen dari rumah tangga di Malaysia yang mau mengeluarkan kocek lebih dari 700 ringgit (sekitar Rp 2 juta) untuk menggaji seorang pembantu rumah tangga.

Selama ini rumah tangga di Malaysia mempekerjakan hampir 320.000 pembantu asing. Sebagian besar dari Indonesia, dan ada juga dari Filipina, Kamboja, dan Sri Lanka. Namun pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan atas pembantu asing.

Apalagi, Indonesia sejak Jumat pekan lalu sudah menyatakan menghentikan pengiriman pekerja migran ke Malaysia sebelum adanya kesepakatan bilateral, yang akan dirundingkan pada 15 Juli mendatang.

Penghentian itu dilakukan setelah muncul kasus penganiayaan atas warga Indonesia, Siti Hadjar, oleh majikannya. Pelaku sudah didakwa awal bulan ini dengan tuduhan berkali-kali memukul Siti dengan tongkat dan menyiraminya dengan air panas. Selain itu gaji Siti berbulan-bulan tidak dibayar.

Kejadian seperti sudah berkali-kali terjadi pada warga Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia. (Sumber: id.news.yahoo.com)

Senin, Juni 22, 2009

Tips Sukses Ala Tukul #2

Tidak Pilih-Pilih Pekerjaan

Tawaran pentas tidak pernah dipilih-pilih. Di mana pun dan kapan pun tawaran itu ada maka akan dijalaninya dengan penuh rasa tanggung jawab dan sikap profesional. Barangkali dari sikap inilah banyak tawaran justru mengalir dan membawa rezeki.

Sementara di kalangan artis, tindakan selektif dalam memilih tawaran job sudah biasa. Bila dipertimbangkan untung ruginya tidak seimbang maka tawaran tersebut akan ditolak. Hal ini tidak pernah dialami Tukul.


Sumber : Tukul “katro” Arwana, the face country and the money city

Jumat, Juni 19, 2009

Tips Sukses ala Tukul #1

Ikhlas Mengerjakan Apa Saja

Ini adalah rangkaian tips sukses dari Mas Tukul Arwana, dan ini yang pertama…

Tukul tidak pernah merasa gengsi atau rendah diri mengerjakan pekerjaan apa pun. Mulai menjadi sopir omprengan, sopir pribadi, kerja di tkang pembuatan pompa, menjadi modl figuran, menjadi pembawa acara dan lain-lain. Semuanya dikerjakan dengan tingkat keseriusan tinggi.

Teguh, salah seorang yang biasa mengatur jadwal kegiatan Tukul, pernah mengatakan, “Bisa dibilang Mas Tukul paling semangat kalau dengar ada kerjaan. Apa saja pasti dia kerjakan.”

Sumber: dari Tukul “katro” Arwana, The Face Country And The Money City