Tampilkan postingan dengan label Wisata Qolbu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Qolbu. Tampilkan semua postingan

Senin, Oktober 25, 2010

4 Anugerah yang bisa Membawa Derita

Sahabat Hikmah…

Anda pasti MELIHAT dan berTANYA...

BANYAK orang yang INGKAR kepada Allah...

Tetapi mereka HIDUP MAKMUR dan BEBAS.

BANYAK orang yang menSEKUTUkan Allah...

Tetapi mereka TIDAK diHUKUM oleh Allah dengan SEGERA.

BANYAK orang yang TIDAK SHOLAT dan berZAKAT...

Tetapi mereka HIDUP MEWAH di DUNIA...

Dan banyak orang yang berIMAN dan berTAKWA...

Tetapi mereka hidup di dalam PENJARA.

Banyak orang yang SHOLEH berAKHLAQ MULIA...

Tetapi mereka hanya hidup SEDERHANA dan seADAnya...

Sebagian orang yang tidak berHIKMAH mengatakan Allah tidak ADIL...

Mengapa orang-orang yangINGKAR kepada Allah TIDAK diHUKUM

Seperti kaum Nabi Nuh, kaum ’Ad, kaum Tsamud, kaum Nabi Luth dsb.

"Maka tidaklah menjadi peTUNJUK bagi mereka (kaum musyrikin) berapa banyaknya Kami memBINASAkan umat-umat SEBELUM mereka, padahal mereka berJALAN (di bekas-bekas) tempat TINGGAL umat-umat itu? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berAKAL." (QS. Thaahaa, 20: 128) !

"Maka masing-masing (mereka itu) Kami SIKSA disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya HUJAN BATU kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa dengan SUARA yang KERAS yang mengGUNTUR, dan di antara mereka ada yang Kami BENAMkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami TENGGELAMkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak mengANIAYA mereka, akan tetapi MEREKAlah yang mengANIAYA diri mereka sendiri." (QS. Al 'Ankabuut, 29: 40) !

Sahabat Hikmah...

Ummat Nabi Muhammad berBEDA dengan ummat Nabi terdahulu,

Ummat terdahulu langsung mendapat BALASAN di DUNIA...

Tetapi Ummat Nabi Muhammad (sekarang) diberi TANGGUH...,

Jadi jangan BANGGA bila berbuat DOSA...

Dan Allah masih membukakan pintu-pintu RIZKI.

Jangan BANGGA bila berbuat DOSA...

Dan Allah masih memberikan keSEHATan BADAN.

Jangan BANGGA bila berbuat DOSA...

Dan Allah tidak memperLIHATkan DOSA-DOSA semasa di DUNIA.

Jangan BANGGA bila berbuat DOSA...

Dan Allah tidak mengHUKUMnya di DUNIA.

Sa'ad bin Hilal Rahimullah pernah berkata ;

" Bila manusia ( umat Muhammad ) berbuat DOSA,

maka Allah TETAP memberikan 4 ANUGERAH kepadanya yaitu : 1. Dia tidak terhalang untuk mendapatkan RIZKI. 2. Dia tidak terhalang untuk mendapatkan keSEHATan BADAN. 3. Allah tidak akan memperLIHATkan DOSAnya semasa di DUNIA. 4. Allah tidak mengHUKUMnya di DUNIA.


Karena ANUGERAH tersebut bisa membawa DERITA... Bila tidak dimanfaatkan dengan seBENARnya...

Bila tidak berSYUKUR dan berTAUBAT...

Bila tidak digunakan untuk keBAIKan dan keTAKWAan...

Jadi janganlah SILAU melihat orang yang berBUAT DOSA...

Tetapi Allah membukakannya pintu RIZKI,

Allah memberikannya keSEHATan BADAN,

Allah masih menjaga keMULIAannya,

Mereka BEBAS bergerak di DUNIA,

Dan Allah tidak mengHUKUMnya dengan SEGERA.

Allah swt berfirman kepada Nabi Muhammad saw :

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

“Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh keBEBASan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.Itu hanyalah keSENANGan sementara, Kemudian tempat tinggal mereka ialah JAHANNAM; dan Jahannam itu adalah tempat yang seBURUK-BURUK-buruknya.” (QS. Ali Imran : 196-197)

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ خَيْرٌ لِأَنْفُسِهِمْ إِنَّمَا نُمْلِي لَهُمْ لِيَزْدَادُوا إِثْمًا وَلَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

“ Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian TANGGUH kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya berTAMBAH-TAMBAH DOSA mereka; dan bagi mereka ADZAB yang mengHINAkan.” (QS. Ali Imran : 178)

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ

“Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami berSEGERA memberikan keBAIKan-keBAIKan kepada mereka? Tidak, Sebenarnya mereka tidak sadar.” (QS. Al Mukminun : 55-56)

زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آَمَنُوا وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Kehidupan DUNIA dijadikan INDAH dalam pandangan orang-orang KAFIR, dan mereka memandang HINA orang-orang yang berIMAN. Padahal orang-orang yang berTAKWA itu lebih MULIA daripada mereka di HARI KIAMAT. Dan Allah memberi RIZKI kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. Al Baqarah : 212)

Dan Allah swt berfirman tentang orang kafir :

وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ

“Dan Aku memberi TANGGUH kepada mereka. Sesungguhnya RENCANA-Ku amat TEGUH.” (QS. Al A'raf : 183)

وَلَوْلَا أَنْ يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَجَعَلْنَا لِمَنْ يَكْفُرُ بِالرَّحْمَنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِنْ فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ

“Dan sekiranya bukan Karena hendak mengHINDARi manusia menjadi UMAT yang SATU (dalam keKAFIRan), tentulah kami BUATkan bagi orang-orang yang KAFIR kepada Tuhan yang Maha Pemurah LOTENG-LOTENG PERAK bagi RUMAH mereka dan (juga) TANGGA-TANGGA (PERAK) yang mereka menaikinya.” (QS. Az Zukhruf : 33)

Jadi bila kita telah LALAI dan berBUAT DOSA...

MANFAATkanlah 4 ANUGERAH Allah kepada Ummat Nabi Muhammad tersebut,

Untuk berTAUBAT dan mperBAIKi diri serta berAMAL SHOLEH...

Karena sesungguhnya 4 ANUGERAH tersebut adalah KASIH SAYANGnya...

Buat orang yang berTAUBAT dan berTAKWA.

Dan karena sesungguhnya 4 ANUGERAH tersebut adalah PENANGGUHAN Allah...

Buat orang yang TETAP berDOSA agar SEMAKIN MERANA di NERAKA.

Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (berIMAN) hendaklah ia berIMAN, dan barangsiapa yang ingin (KAFIR) biarlah ia KAFIR". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang ZHALIM itu NERAKA, yang GEJOLAKnya MENGEPUNG mereka. Dan jika mereka meminta MINUM, niscaya mereka akan diberi MINUM dengan AIR seperti BESI yang menDIDIH yang mengHANGUSkan muka. Itulah MINUMan yang paling BURUK dan TEMPAT ISTIRAHAT yang PALING JELEK.” (QS Al-Kahfi :29)

Wallahu ’alam bi showab

Semoga mendapatkan HIKMAH yang baanyak.

Senin, April 12, 2010

Hargai Apa Yang Kita Miliki

Ditulis oleh: Anne Ahira

Pernahkah Kita mendengar kisah Helen Kehler? Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan dalam kondisi buta dan tuli.

Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.

Tidak ada seorangpun yang menginginkan lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan memilih untuk lahir dalam keadaan normal.

Namun siapa sangka, dengan segala kekurangannya, dia memiliki semangat hidup yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang legendaris.

Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup kepada mereka yang memiliki keterbatasan pula, seperti cacat, buta dan tuli.

Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti dirinya mampu menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit dilakukan.

Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah diucapkan Helen Kehler:
"It would be a blessing if each person could be blind and deaf for a few days during his grown-up live. It would make them see and appreciate their ability to experience the joy of sound".

Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah bila setiap org yang sudah menginjak dewasa itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja.

Dengan demikian, setiap orang akan lebih menghargai hidupnya, paling tidak saat mendengar suara!

Sekarang, coba Kita bayangkan sejenak....

......Kita menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja!

Tutup mata dan telinga selama rentang waktu tersebut. Jangan biarkan diri Kita melihat atau mendengar apapun.

Selama beberapa hari itu Kita tidak bisa melihat indahnya dunia, Kita tidak bisa melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan Kita tidak bisa menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan!

Bagaimana Kita? Apakah beberapa hari cukup berat? Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?

Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita!

Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah keluhan demi keluhan.... Hingga tidak pernah menghargai apa yang sudah kita miliki.

Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh orang lain. Ya! Kemewahan utk orang lain!

Coba Kita renungkan, bagaimana orang yang tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah kemewahan yang luar biasa baginya.

Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu melakukan banyak hal, termasuk membuat sebuah tulisan yang menarik.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan bisa memandang hidup dengan lebih baik.

Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah! Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif dan menjadi seorang manusia yang lebih baik.

Senin, Oktober 12, 2009

Lunasi hutang dengan shodaqoh

"Yaa Allah, jangan jadikan pengalaman hamba ini menjadi sesuatu yang Engkau anggap RIYA. Demi Allah tak terbersit sedikitpun untuk mendapat pujian dari makhluk-MU Yaa Rabb".
TAHUN 2000 Saya memulai usaha dagang, dengan modal cukup untuk mengontrak tempat +/- Rp 13 juta untuk 2 tahun, barang dagangan semua pinjam dari toko grosir (saudara) dan supplier (pemasok)
TAHUN 2002 Usaha lancar, nilai kontrakan dinaikan oleh siempunya tempat (harus) +/- Rp 24 juta untuk 3 tahun, hutang dagang +/- Rp 100 juta.
TAHUN 2004 tepatnya bulan Nopember sisa kontrakan masih sisa 1 tahun, siempunya tempat sudah memaksa saya harus membeli tempat usaha +/- Rp 400 juta, dalam benak saya bercanda sambil ngeledek ni siempunya tempat, dengan pesimis saya jawab minta waktu untuk pikir2 dulu soalnya dari mana uang sebanyak itu, mikirin hutang dagang aja bingung.
Tepat kejadian TSUNAMI ACEH 2004, saya diberikan HIDAYAH oleh ALLAH, dalam hati saya "Serambi Mekkah" saja diluluh lantahkan oleh kekuatan dan kekuasaan ALLAH, apalagi saya yang jarang sholat dan selalu berhitung untung rugi... Entah magnet apa yang jelas saya selalu menangis jika melihat tayangan2 tsunami di TV waktu itu ... justru dari tayangan2 itulah yang membuat saya belajar kembali kebesaran dan kekuasaan ALLAH, tidak diberikan keberanian lagi saya untuk meninggalkan Sholat 5 waktu.
Seminggu setelah kejadian Tsunami itu, uang +/- Rp 1 juta yang seharusnya dibelikan barang dagangan, Rp. 500 ribu saya donasikan untuk korban tsunami via mesjid dekat rumah dan Rp 500 ribu lagi saya masukan ke kantung2 penggalangan dana tsunami.
SUBHANALLAH - ALLAHU AKBAR bulan maret 2005, ALHAMDULILLAH toko yang saya tempati berganti nama disertifikatnya menjadi nama saya. Sejak saat itu selain terus sholat wajib dan sunat, saya selalu minta keridhoan do'a dari orangtua, dan yang pasti sampai saat ini dengan dibantu oleh ketua RT tempat saya tinggal. Saya shodaqohkan +/- 20 paket sembako setiap bulannya untuk para tetangga terdekat yang layak menerimanya.
Terimakasih... Testimoni ini saya dedikasikan untuk Orangtua dan Mertua, yang tidak pernah berhenti berdo'a untuk saya dan keluarga. Semoga do'a ibu dan ayah serta mertua agar saya dan istri dapat menunaikan ibadah haji dapat segera terwujud ...
Wassalam
Email : Wedha222@Yahoo.co.id
Facebook : Wedha Prasaja
Phone : 022 - 5944490.
(Sumber: wisatahati)

Allah tidak pernah meninggalkan kita

Keluarga kami tertimpa musibah, yaitu 3 tahun yang lalu tertipu bisnis kontraktor sejumlah 600 juta. Bahkan sampai sekarang kami harus menanggung hutang yang sangat besar & kehilangan rumah.
Sebagai manusia awam, kami sangat tidak bisa menerima dan sempat sedih berkepanjangan. Bahkan suami saya pun sempat mencari jalan yang salah dalam mencari uang untuk mengembalikan yang hilang, yaitu dengan mencari dukun yang dapat memberikan uang goib. Subhanallah.
Sampai sekarang uang itu tidak pernah bisa didapatkan suami saya. Karena Allah tidak Ridho kami yang diujiNya, akan dinaikkan derajatnya, Malah salah jalan.
Akhirnya sekarang kami mengiklaskan semuanya, kami yakin bahwa Allah pasti punya maksud dibalik semua ini. Kami mulai bisa menerima. Kami mulai memperbaiki sholat menjalankan sholat sunnah, ikhlas bersedekah, bahkan kehadiran anak yang kami iktiarkan selama 4 tahun pernikahan Alhamdulillah tiba2 datang begitu saja.
Hal yang selama ini kami takutkan yaitu darimana tiap bulan kami dapat membayar hutang? padahal penghasilan kami tidak menentu, ternyata kami bisa menjalaninya sampai hutang tersebut tinggal 3 bulan lagi selesai.
Ada saja jalan Allah dalam membantu kami mendapatkan uang untuk melunasi hutang itu tiap bulan. Kami sekeluarga semakin yakin dan percaya bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik bagi umatnya. Tanpa kita bisa memilih2 hanya Allah yang tau yang terbaik untuk kita.
Kami bersyukur dengan ujian ini. Masalah kami memang belum selesai, namun kami siap menjalani ujian ini dijalan Allah, dan yakin akan pertolongannya dan bagi saudara2ku semua yang sedang terkena musibah, jangan khawatir, Allah tidak pernah meninggalkan kita.
Kita harus bisa menerima musibah ini dengan ikhlas dan tetap berusaha dijalan yang diridhoi, Allah pasti memberi jalan yang kadang tak dapat kita duga. Amien. (Sumber: wisatahati.com)

Kamis, Oktober 08, 2009

Allah tak pernah ingkar janji

Saya tinggal di luar Jawa dan bekerja pada perusahaan terakhir ini sudah 5 tahun lebih. Tetapi pada 1,5 tahun terakhir ini terjadi banyak masalah pada pekerjaan yang saya tangani.
Karena kurang teliti dan ceroboh keuangan perusahaan yang saya tangani terjadi selisih (hilang /tidak klop) sampai berjumlah puluhan juta.
Pada awalnya kondisi demikian saya tutup dengan mengambil kredit di koperasi. Tetapi setelah itu terjadi lagi sampai berkali-kali sehingga saya harus mencari hutangan kesana kemari untuk menutup kekurangan-kekurangan tersebut.
Praktis setelah 1 tahun kejadian tersebut, hutang saya di luar mencapai sekitar 200 juta rupiah. Tetapi itu pun belum cukup, pada awal tahun 2007 ini terjadi lagi selisih sebesar 45 jutaan rupiah lagi dan akhirnya ketahuan atasan saya. Selanjutnya saya diberi kesempatan mengembalikan kekurangan tersebut dengan mekanisme sp, tetapi sampai batas waktu sp3 yg telah ditentukan saya masih belum bisa mengembalikan kekurangan tersebut.
Beberapa hari sebelum saya dipanggil ke kantor pusat untuk proses phk, saya mempunyai sisa uang di kantong sebanyak 150rb rupiah, saat lagi mengisi bensin saya melihat ada 2 orang cacat yang meminta-minta di pom bensin, setelah sholat di masjid terdekat saya kembali dan berikan semua uang yang ada di kantong sejumlah 150rb tadi kepada kedua orang tersebut.
Saat dipanggil ke kantor pusat, kembali saya mengalami cobaan, saya terlambat datang di airport dan ditinggal pesawat. Akhirnya saya berangkat dengan pesawat keesokan harinya.
Sesampai dikantor pusat, saya masih harus menunggu sampai malam, karena atasan dan pimpinan saya sedang sibuk meeting. Akhirnya sekitar jam 20.30, saya dipanggil untuk membicarakan masalah phk ini.
Subhanaallah...proses meeting berjalan cukup tenang bahkan saya diberi opsi pilihan mengundurkan diri secara sukarela (terhormat) atau melalui proses PHK. Jika saya ambil opsi mengundurkan diri, saya masih diberi pesangon/kompensasi yang nantinya akan dikurangi kewajiban-kewajiban yang belum terselesaikan.
Ternyata dari pesangon/kompensasi tersebut masih tersisa sekitar 15 juta rupiah... Allhamdulilah. Setelah saya renungkan, ternyata Allah menjawab sedekah saya dengan memberikan jalan keluar yang terhormat dan mengganti sedekah saya dengan lebih dari 100 kali lipat dari apa yang telah saya sedekahkan.
Memang hutang saya masih cukup banyak tetapi saya sangat yakin Allah akan memberikan jalan yang terbaik buat hambanya yang mendirikan sholat dan menunaikan zakat. "Allah Tak Pernah Ingkar Janji" wass. (Sumber: wisatahati.com)

Rabu, Oktober 07, 2009

Balasan Allah untuk orang yang ikhlas memberi sedekah

Assalamualaikum. Beberapa tahun yang lalu tepatnya pada saat tsunami terjadi, pada saat itu saya baru saja kenal dengan seseorang lewat media internet, saya belum parnah bertemu sama sekali dengan dia, kita berkomunikasi hanya melalui telepon itu pun tidak begitu intensif.
Hingga bencana tsunami itu datang, pada saat itu saya menonton televisi dan saya benar-benar merasa kaget, sedih sekali dan tiba-tiba saya ingat teman saya itu. Tapi Alhamdulillah dia dan keluarganya selamat, hingga kita berkomunikasi lewat telepon.
Pada suatu hari dia telepon saya (dengan nada memelas) minta tolong diisikan pulsa karena hand phonenya sudah tidak ada pulsa. Tanpa berpikir sama sekali saya langsung meng-iyakan (padahal pada saat itu saya juga lagi butuh uang).
Hanya dalam hitungan jam, setelah saya isi pulsanya datang seorang memberikan amplop yang berisi uang SUBHANALLAH... sedekah yang saya berikan dengan ikhlas kepada teman saya tadi telah dibalas beratus kali lipat oleh ALLAH... (Sumber: wisatahati.com)

Selasa, Oktober 06, 2009

Sedekah membawa kesembuhanku

Ass.wr.wb, Pada awal bulan Apil 2007 yang lalu saya sakit, leher sampai ke bahu saya tidak bisa digerakkan, telingapun ikut jadi sakit.
Meskipun begitu saya masih bisa mengerjakan kain bordiran. Saya tahan sakit itu sampai pada tanggal 26 April. Pada akhirnya saya tidak sanggup lagi untuk mengerjakan pekerjaan rumah sendiri.
Pada Saat yang sama pula ibu saya juga sakit, bahkan pada awalnya kakinya kalo dipakai jalan itu sakit luar biasa.
Untuk membereskan rumah akhirnya saya minta tolong orang untuk membantu saya di rumah. Saya tidak tahu penyakit apakah ini. Saya sudah ke dokter pada 30 April, diberi obat yang mana apabila obat itu saya minum saya muntah terus karena lambung saya tidak tahan, kalo saya tidak minum obat leher saya sakit. Saya juga harus menjalani terapi setiap harinya. Sudah seminggu kok malah semakin sakit saja.
Tepat saat itu hari Minggu 06 Mei 2007 ada teman datang ke rumah namanya Mbak Tipah minta bantuan dana untuk masjid yang baru direnovasi. Saya kasih Rp 50.000 kebetulan saja saat itu saya habis gajian. Yang sebelumnya juga sudah saya sedekahkan untuk SPP anak yatim saya 100.000. Saya belum sempat untuk membelanjakannya.
Baru setelah itu saya mengajak janda yang membantu di rumah saya (Yu Sarmi namanya) untuk belanja di Supermarket karena persediaan bahan untuk kebutuhan sehari hari habis. Di depan supermarket ada orang kusta yang minta2 saya pun memberi uang recehan saat itu di kantong celana saya.
Sebelum selesai belanja saya menawarkan ke Yu Sarmi " Yu Sarmi Pengen apa, ambil aja yang disuka." Ternyata dia hanya minta Sebungkus Coklat Delfi untuk anaknya yang di rumah.
Sampai dirumahpun rasa sakit itu masih ada. Rasanya putus asa. Saya sudah sedekah kenapa kok Allah belum menyembuhkan saya, kok malah rasanya tambah sakit.
Pada saat ashar tiba, ada telpon dari teman yang mau mengajak berobat ke kyai, tapi saya menolak karena saya tidak ada yang mengantar, tempatnya jauh.
Setelah sholat ashar ibu saya menghidupkan televisi kebetulan saat itu ada acara Hikayah di Trans TV yang ngisi acara itu kebetulan Ust Yusuf Mansur dan Zaskia AM. Disitu saya mendengarkan dengan seksama, ada satu hal yang saya ingat sampai sekarang. Apabila kita sudah melakukan sedekah kita berhak untuk memohon kepada Allah. Kebetulan saat itu saya belum melakukan sholat Ashar, langsung saja saya ambil wudhu dan sholat, pada doa yang saya panjatkan adalah " Ya Allah ampuni dosa saya, Saya terima semua cobaanmu ini tapi tolonglah ya Allah berilah hamba ini Kesabaran dan kemudahan dalam mencari obat dan rizki.
Karena anak yatim yang ada disekitar saya masih membutuhkan saya."Lalu saya bersujud sambil menangis. Aneh sekali begitu bangun dari sujud Saya menjadi lebih ringan, saking tidak percayanya saya gunakan untuk menyetrika ternyata tidak sakit sedikitpun.
Subhanallah, begitulah kebesaran Allah yang saya rasakan. Alhamdulillah, sebagai rasa syukur keesokan harinya saya panggil anak yatim disekitar saya untuk saya beri makan, dan saya kembali sedekah untuk masjid 100.000.
Semoga pengalaman ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. (Sumber: wisatahati.com)

Senin, Oktober 05, 2009

Sedekah kepada keluarga membawa berkah

Saya adalah anak pertama dari 5 bersaudara, sejak kecil keluarga kami sangatlah berkecukupan, boleh dibilang lebih. Dimana masih ada orang di lingkungan kami belum punya tapi keluarga kami sudah memilikinya.
Namun, kesedihan mulai datang ketika saya lulus dari Aliyah, keinginan saya untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi kandas dikarenakan orang tua yang terlilit hutang dimana – mana. Akhirnya terpaksa saya harus bekerja karena adik-adik saya harus meneruskan pendidikan dasar mereka, jadi tidak mungkin jika adik – adik saya yang putus sekolah.
Awalnya saya bekerja di Pemerintahan dengan gaji Rp. 20 ribu sebulan. Sedikit memang tapi bagi saya sangat banyak dan dengan bangga gaji pertama saya berikan kepada ibu dan waktu itu ibu menangis menerima uang dari saya.
Sejak saya bekerja, ekonomi keluarga 75% menjadi beban saya termasuk biaya sekolah adik-adik dan saya melakukan dengan ihlas. Ada - ada saja rejeki yang ALLAH berikan pada saya ketika saya kesulitan tidak bisa mengasapi dapur atau membayar uang sekolah adik - adik.
Singkat cerita, saya diajak Paman saya merantau ke Flores, waktu itu Paman saya sudah tinggal di Flores dan sukses. Saya hanya membawa uang 200 ribu saja, dan uang itu saya dapatkan dari teman - teman sekantor, mereka merasa sedih karena saya harus keluar dari pekerjaan.
Sesampainya di Flores, saya mencoba melamar ke proyek air bersih bantuan Australia tapi saya tidak berharap banyak, saya hanya berdoa Ya Allah, niat saya ke Flores untuk mencari rejeki yang halal buat keluarga saya, dan waktu itu saya targetkan saya hanya akan tinggal di flores selama 1 bulan, dan jika dalam waktu 1 bulan saya tidak mendapatkan pekerjaan maka saya akan pulang kampung.
Alhamdullilah, baru 5 hari saya di Flores, mereka memanggil saya untuk interview, setelah 2 minggu mereka memanggil saya untuk bekerja dengan masa ujicoba 3 bulan dan gaji 300 ribu plus uang transport Rp. 24.500/ hari. Saya langsung sujud syukur, ternyata Allah mendengar doa saya, saya mendapatkan 10x lipat lebih dari gaji sebelumnya, dengan uang itu saya bisa membiayai sekolah adik-adik dan membantu keluarga saya. Sampai sekarang, saya tidak pernah jobless selalu mendapatkan pekerjaan (meski karyawan kontrak) dengan gaji 100 x lipat lebih dari gaji pertama saya, meski saya hanya berijazah Aliyah.
Saya sangat bersyukur pada Allah, niat saya bekerja memang ingin membantu keluarga dan bisa membantu orang - orang yang membutuhkan dari penghasilan yang saya terima. Sejak itulah, saya tidak pernah putus bersedekah kepada keluarga dan membantu orang – orang yang membutuhkan semampu saya.
Intinya dalam hidup kita harus yakin pada Allah SWT, Ihlas dalam beramal dan bersyukur dalam kondisi apapun. (Sumber: wisatahati.com)

Allah menepati janjinya 100%

Assalaualaikum.. Cerita ini dialami oleh ibu saya. Waktu itu Ibu saya hendak pergi ke Semarang untuk bertemu dengan penyewa rumah ortu saya yg ada di Semarang, karena masa sewanya telah habis.
Singkat cerita Ibu saya berangkat dari Klaten pagi - pagi sekali naik bus. Dalam perjalanannya, beliau bersedekah dengan pecahan Rp 1.000,00 kepada tiap pengamen yang menghampiri beliau bahkan beliau juga sempat membeli beberapa barang asongan yang sebenarnya tidak begitu penting (beliau bilang kasihan).
Beliau sama sekali tidak menduga bahwa apa yang beliau lakukan akan diganti oleh Allah SWT hari itu juga. Begitu beliau tiba di Semarang, sang istri dari penyewa rumah ortu saya tersebut menyodorkan amplop. Dan bahkan orang itupun membereskan seluruh urusan rumah dari listrik, air dsb.
Setibanya ibu saya di rumah, beliau membuka amplop tersebut terkejutlah beliau melihat isi amplop tersebut yang isinya uang senilai Rp 1.000.000.
Kejadian ini mengingatkan ibu saya akan kaset ust. Yusuf `The Power Of Giving` yang kami dengarkan berdua di sela - sela waktu luang ibu saya.
Kini ibu saya semakin mantap dengan sedekah dan menjadi percaya akan keagungan Allah Azza wa jala 100%. Subbhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar.
Wassalamualaikum. (Sumber: wisatahati.com)

Jumat, Oktober 02, 2009

Buah dan indahnya bersedekah

Asallamualaikum.wr.wb. saya adalah salah seorang yang pernah merasakan buah dan indahnya bersedekah. Waktu itu saya habis mengunjungi teman yang sudah lama tak berjumpa. Tepatnya di wilayah kerawang Jawa Barat, yang masih banyak sawah2 dan jalan pun gelap maklum wilayah pedesaan.
Waktu itu hujan sangat lebat dan jalan pun sangat becek/berlumpur. Kira2 jam 11 malam aku menelusuri jalan di pingiran areal pesawahan. Tiba2 ada dua orang yang sedang berdiri di pematang sawah yang jauh dari tempat tinggal penduduk. Aku berhenti karna di dalam hati saya berkata berhentilah dan tanyakan ada apa gerangan? Aku melihat ada seorang bapa dan seorang ibu yang sedang hamil tua. Aku bertanya: ada apa pa? Dia mejawab ini motor saya mogok. Saya bertanya lagi: memangnya kenapa pa? Di menjawab: ini motor saya bensinnya habis! aku melihat ibu yang sedang hamil tua itu sangat iba.
Kemudian saya mempersilahkan ibu dan bapa tadi untuk menunggu dan saya langsung bergegas mencari bensin. Ternyata bensin sangat sulit saya dapatkan. Setelah perjalanan mencapai kira2 2KM, barulah saya dapatkan bensin itu.
Lalu saya kembali lagi ke tempat bapak dan ibu itu menunggu, ternyata beliau sedang menunggu2 saya. Dengan hati senang mereka menuangkan bensin ke motornya yang mogok. Wajah kedua orang itu sangat senang aku melihat wajanya yang selalu tersenyum gembira. Aku pun sangat2 senang melihat motornya kembali hidup. Berkali -kali mereka mengucapkan terimakasih kepada saya.
SELANG BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN aku mengisi bensin full/penuh mungkin 10 liter di pom bensin. Aku merasa uangku di dompet cukup. Tiba2 setelah bensin di isi kedalam motorku, aku ambil dompetku di kantong celanaku, ternyata tidak ada.
Betapa stress dan paniknya aku. Aduh-aduh yang aku kira uang ku di dompet sudah aku masukan kedalam kantong celanaku, ternyata tertinggal di rumah. Mana jauh lagi kira2 jarak dari rumahku ke pom bensin itu 20Km. Ya Allah bagaimana ini! Sedangkan bensin sudah di isi penuh. Apa aku bayar pake ktpku yah..! Tapi ktpku juga ada dalam dopet ku yang tertingal di rumah.
Sambil berpikir... aku memanggil nama Allah, Ya Allah!... tolonglah hambamu yang hina ini...!
Selang 2 menit setelah aku berdoa dalam hati. Tiba2 ada seseorang memakai baju putih membawa mobil bertanya kepadaku? ada apa mas? Aku menjawab ini...! Dompet saya ketinggalan sedang bensin sudah di isi penuh. Orang itu bertanya? berapa liter? saya bilang 10 liter. Lalu orang tersebut langsung membayarnya dengan uang cash. Setelah membayar lalu orang itu pergi entah kemana, saya juga bingung...! Petugas pom bensin juga pada bingung. Kemana perginya orang tadi?
Mereka bertanya pada saya saudaranya ya, mas?... Aku bingung bercampur sedih karna gembira, senang, kagum, bingung juga.
Siapakah gerangan yang membantu saya tadi?... Selang beberapa saat saya berpikir. Massa Alloh ternyata sedekah saya dulu yang pernah saya alami.
Inilah kisah nyata yang saya alami. wassallam.
nurdin. (Sumber: wisatahati.com)

Kamis, Oktober 01, 2009

Sedekah menyelamatkan bapakku

Suatu hari aku pulang dari kampus bersama temanku. Waktu aku dan temanku menunggu angkutan untuk pulang ada seorang laki2 datang menghampiriku dan menyodorkan jaketnya, dengan maksud menjualnya kepada ku denga alasan katanya belum makan.
Waktu itu aku membawa uang sebesar 15000 untuk uang saku selama beberapa hari, aku tanya kepada dia mau dijual berapa jaketnya, katanya seikhlas saya untuk dia makan.
Waktu dengar kata ikhlas saya langsung beri dia uang 10000, dan jaketnya saya suruh dia bawa.
Tak lama setelah kejadian itu kurang lebih 1 mggan bapak ku mengalami kecelakaan yang cukup parah.
Setelah dapat cerita ternyata bapak mendapat bantuan dari orang yang entah bapak sendiri nggak tau siapa orgnya. Uang sebesar 1000000 itu digunakan untuk berobat bapak Alhamdulillah bapak sekarang sudah baikan.
Ternyata Allah membalas sedekahku sebesar 100 x lipat. (Sumber: wisatahati.com)

Rabu, September 30, 2009

Keajaiban sedekah kepada pengemis

Ini benar2 pengalaman yang paling berkesan buat saya. Beberapa bulan yang lalu saya dan suami benar2 lagi gak punya uang. Di dompet saya tinggal 60 ribu, padahal saat itu baru tgl 20 an sehingga gajian masih jauh banget.
Sehabis saya mengantar anak ke sekolah dijalan sy bertemu dgn pengemis buta bersama anak dan istrinya. Tanpa berfikir panjang saya langsung menghampiri dan mengeluarkan hanya Rp 20 rb dgn ikhlas.
Siangnya saya ke ATM karena teman baru saja bayar dagangan sebesar Rp 100 ribu. Ternyata di tabungan saya tertera 700 rb!!! Saya bingung dari mana uang tsb???
Ternyata itu adalah kiriman dari salah satu perusahaan asuransi (saya adalah agent) yang saya ikuti sebagai bonus !!!
Subbahanallah... maha besar Allah.... dengan keikhlasan saya mengeluarkan 20 rb karena Allah tapi digantikan dengan rezeki yg lebih berlipat-lipat...ayo perbanyak lah bersedekah walau hanya semampu kita.... (Sumber: wisatahati.com)

Selasa, September 29, 2009

Sedekah rumah, hutang lunas dan rumah kembali

Tersebutlah seorang lelaki asal Jawa Tengah, yang terbelit hutang kurang lebih Rp. 126 jt. Dan dia mengaku sudah dalam keadaan tidak lagi punya harapan. Seisi rumah barang-barangnya satu demi satu habis dijual. Baik untuk bayar hutang, maupun untuk makan dan kebutuhan sehari-hari. Tertinggal hanya rumah, yang itu pun belum lunas kreditannya.
Suatu hari dia menemui Ustadz Sedekah, yang menyarankan kepada dirinya untuk bersedekah di jalan Allah, dengan sedekah terbaik. Supaya apa? Supaya dapat ridho Allah. Kalau Allah sudah ridho, maka usahanya untuk membayaar hutang kemungkinan akan berhasil. Kata si Ustadz tersebut, mengapa dia begitu sulit membayar hutang, bisa jadi Allah belum ridho dan belum memberikan izin.
Nah, bersedekah, adalah salah satu upaya untuk mendatangkan ridho Allah. Singkat cerita, rumah tersebut dia jual! Dengan harga 18 juta rupiah. Harga ini bahkan di bawah standar. Dia harusnya bisa mengover kredit rumahnya ini seharga 23jt rupiah.
Tapi si Ustadz mendorong, sudahlah, jangan menunggu harganya menjadi 23jt rupiah. Jual saja dengan harga yang ditawar dan dibayar paling cepat. Insya Allah di mata Allah, harga jualnya tetap 23jt rupiah.
Setelah dapat uang 18jt rupiah, orang ini kemudian mengambil 3jt untuk mengontrak rumah dan sekedar untuk bertahan hidup selama beberapa pekan. Dia bismillah, akan berusaha yang terbaik. Allah menjawab doanya. Orang ini bersedia bersedekah yang terbaik. Tidak gampang bersedekah seperti yang dia lakukan. Menjual rumahnya, dan mengambil hanya beberapa rupiah, lalu menyedekahkan sisanya.
Dan orang ini pun meninggalkan pekerjaannya. Dia marketing sebuah perusahaan farmasi yang kebetulan pimpinannya mengharuskan dia bermain kotor. Menyuap dengan uang dan memberikan perempuan untuk para dokter, adalah sebagian dari caranya mengejar target perusahaan. Kelak kemudian dia menyadari bahwa cara inilah yang membuatnya terbenam dalam lautan hutang!
Ya, Allah menjawab doanya. Ketika dia bersedekah dan meninggalkan lingkungan pekerjaan kotornya, dia kemudian berniaga, mandiri. Usahanya membuahkan hasil, kali ini, justru dari bidang yang selama ini dia tidak pernah geluti. Bidang advertising. Dia berhasil meng-close iklan layanan masyarakat dan iklan produk untuk sebuah agency periklanan besar milik seorang kawan kenalannya. Dan dalam satu bulan usaha dia meng-close iklan tersebut, dia dapat komisi yang tidak tanggung-tanggung besarnya. 157jt! Bersih! Subhanallah, dia kemudian bisa membayar hutangnya yang 126jt, dan bahkan dia bisa membeli lagi rumah yang lain sebagai pengganti rumah yang dia jual untuk disedekahkan kemaren dulu.
Allah memang Maha Menepati Janji-Nya. Siapa saja yang mencintai sedekah, Allah akan mengulurkan Tangan-Nya membantu. (Sumber: wisatahati.com)

Senin, September 28, 2009

Diganti dengan yang lebih besar

Saya seorang hamba Allah yang merasakan karunia yang tak terhingga berkat sedekah, atau sesuatu yang saya keluarkan. Disini saya ingin menceritakan kisah hidup saya, yang menjadi inspirasi bagi saya pribadi untuk tetap mengulurkan tangan, Untuk tetap menjaga tangan selalu di atas, dan untuk tetap menjadi perpanjangan tangan dari Allah kepada orang lain.
Saya mengalami pengurangan karyawan di perusahaan saya, hanya bisa pasrah pada saat menerima uang pesangon. Tidak banyak yang bisa saya lakukan selain menitipkan persoalan ini ke yang Maha Kuasa. Mungkin ini teguran bagi saya, Yang ada dalam pikiran saya hanyalah itu, satu hari setelah tidak bekerja lagi saya memutuskan untuk mencari kerja setelah Bulan ramadhan, saya ingin memusatkan diri saya untuk beribadah ke yang Maha Merencanakan, tapi itulah hanya rencana Saya.
Keesokan harinya, seseorang dari perusahaan saya memberikan beberapa referensi untuk mengirimkan CV, maka dengan Bismillah saya mengirimkan itu, sambil berdoa, “jika ini rezeki hamba, maka mudahkanlah, sebenarnya hamba ingin Memusatkan berpuasa di bulan ramadhan”.
Alhamdulillah saya mendapat panggilan kerja, hanya setelah 1 minggu dirumah, proses demi proses saya lalui, hingga tibalah keputusan untuk menandatangani kontrak. Subhanallah, baru dapat pesangon ternyata Rezeki saya dialirkan kembali oleh Yang Maha kaya.
Inilah yang menjadi inti testimony saya, setelah saya bekerja, saya mendapat telepon dari seorang teman, yang membutuhkan uang.
Bagi saya, uang akan menjadi persoalan yang besar antara hubungan pertemanan, tapi setelah mempertimbangkan dengan matang. Sehubungan dengan keperluan teman tersebut, maka saya meminjamkan uang. Sesuai kesepakatan uang akan saya transfer, begitu Saya akan transfer, saya mendapatkan uang saya bertambah, saya bingung, uang siapa, apakah ada yang salah transfer, untuk itu Saya memastikan dulu uang itu dari mana, dan saya belum mentransfer ke teman saya.
Akhirnya buku saya print, subhanallah, ternyata uang tersebut dari kantor lama saya yang merupakan uang THR.
Saya tidak dapat membayangkan betapa Allah sangat sayang sama Saya, rezeki dengan rezeki Dia kirimkan kepada saya, akhirnya saya baru mentransfer uang ke teman saya.
Selang satu minggu kemudian, saya mendapatkan tambahan lagi, itu merupakan gaji pertama saya diperusahaan yang baru padahal saya Baru bekerja 2 minggu, Alhamdulillah, Allah telah mengabulkan doa-doa saya.
Insya Allah saya tidak menjadi hamba yang riya dan sombong, Saya yakin ini hanyalah titipan Allah yang harus saya keluarkan kembali untuk orang-orang yang membutuhkan. (Sumber: wisatahati.com)

Jumat, September 25, 2009

Sedekah untuk kesembuhan anak

Bulan juni yg lalu istri saya melahirkan anak kami yg ke-3, anak kami laki laki lahir prematur baru 8 bulan, beratnya 2,3 kg panjangnya 47cm.
Anak kami mengalami kesulitan bernafas karena paru parunya belum mengembang secara sempurna dan harus dirawat dengan alat bantu nafas khusus dan alat monitor pernafasan. Adapun biayanya lebih dari 2 juta perharinya, kami tidak sanggup membayar kalau pakai semua alat bantunya. Karena saya hanya pegawai kantor biasa, akhirnya kami putuskan untuk menggunakan alat bantu nafas khusus saja namanya cipep, biayanya Rp.250.000,- perhari ditambah biaya inkubator Rp.200.000,- perhari...
Kami bingung sekali karena kami tidak punya uang lagi untuk biaya rumah sakit, saya sudah hutang sana sini tapi tetap belum cukup.
Anak kami juga sempat dalam keadaan gawat, dokter berpesan agar rajin berdoa dan kata dokter anak kami kuat sekali perjuangannya, kami sedih sekali melihat anak kami berjuang untuk bernafas, saya dan istri sudah pasrah kepada Allah, kami berdoa kalau kami diberi izin oleh Allah untuk merawat anak kami maka kami minta pada Allah supaya anak kami disembuhkan.
Kemudian saya dan istri sepakat untuk sedekah ke Masjid, hari jumat pagi pulang kerja sift malam saya langsung cari masjid yg buka, masjid pertama tidak ada pengurusnya yg datang, kemudian saya kerumah sakit dulu lihat anak saya, setelah itu saya datangi masjid yg tidak terlalu jauh dari rumah sakit, ternyata ada pengurus masjidnya.
Saya menemui imam masjid dan menyerahkan sedekah Rp.100.000,- dan saya minta didoakan oleh jamaah jumat masjid demi kesembuhan anak saya.
Waktu itu uang saya tinggal Rp.500.000,- itu dari pinjaman ke orang lain, sedangkan biaya rumah sakit masih banyak dan belum tau harus bayar berapa.
Alhamdulillah besoknya anak saya ada kemajuan yang pesat, beberapa hari kemudian sembuh dan bisa dibawa pulang. Total biaya rumah sakit sekitar lebih dari Rp.8jt dan sebagian besar uangnya sumbangan dari teman dan saudara saudara kami.
Sekarang anak kami sudah berumur 4 bulan dan beratnya sudah 6,5 kg dan sehat, kami beri dia nama Muhhamad Faris Ihsan, semoga Allah membalas kebaikan orang orang yang telah membantu kami dengan Doa maupun harta, Amin. Hormat kami, Jefri & Sandra Dewi dari:Batam. (Sumber: wisatahati.com)

Kamis, September 24, 2009

Alhamdulillah berkat sedekah anak sembuh dari sakit

Kejadiannya pada saat anak kami berumur 1 th, waktu itu mengalami sakit buang-buang air yang sangat hebat sampai berat badannya turun 2 kg.
Pada mulanya kami anggap itu biasa, tapi sudah hampir 3 hari tidak kunjung sembuh, kami sudah ikhtiar dgn membawanya ke klinik terdekat tetapi belum ada kemajuan.
Karena kondisi anak yang kian melemah maka kami memutuskan membawanya ke rumah sakit alhasil keputusan dokter anak kami harus segera diopname tetapi kami menolak karena faktor keuangan setelah itu kami membawanya kembali kerumah dengan membawa 3 botol cairan yang diberikan dokter untuk diminumkan ke anak, tetapi belum juga ada kemajuan yang berarti.
Akhirnya kami teringat tausiyah Ust yusuf Mansur tentang keajaiban sedekah, lalu kami memberikan sedekah kepada salah satu tetangga kami yang memang kondisi ekonominya jauh dibawah kami dan apa yang terjadi Alhamdulillah pada hari itu juga anak kami sembuh. (Sumber: wisatahati.com)

Kamis, September 17, 2009

Percayalah janji allah (ganti sedekah tidak terduga)

Mungkin memang tidak saya sangka bahwa janji Allah itu benar. Awalnya saya hanya ingin coba-coba dengan ikut memberikan dana untuk program PPPAnya wisata hati. Saya langsung aja transfer uang dari bank ke rekening wisata hati sebesar Rp 20.000,-. Dalam Mesin ATM tersebut saya juga ikut menginfaqkan seribu rupiah.
Saya selalu berfikir apa mungkin Allah akan mengganti semuanya, padahal rasanya tidak ada jalan yang memungkinkan untuk adanya pengembalian (itu menurut saya). Bayangkan saja, saya hanya mahasiswa, belum punya pekerjaan dan penghasilan, uang saku saja masih minta ma orang tua.
Seminggu kemudian saat saya harus melakukan penelitian dan membutuhkan uang yang lebih, saya bingung harus cari kemana, mo cari pinjaman teman gak enak rasanya, mo minta uang ma orang tua, rasanya gak mungkin soalnya usaha orang tua saat itu lagi menurun.
Hingga malam tiba sebelum keesokan hari penelitian itu saya lakukan saya merenung di kamar. Belum saja saya merebahkan badan, eh..pintu kamar ada yang ketuk. Ternyata teman kosku yang 5 bulan lalu pinjam uang saya 200ribu, dan malam itu tanpa saya duga dia mengembalikannya. Alhamdulillah, dalam hati saya begitu.
Sehari setelahnya kos-kosan sedang sepi dan waktu itu saya baru pulang dari penelitian. Saya bermaksud hendak mandi, dan waktu masuk ke kamar mandi, eh.. ada uang 50000 di kamar mandi. saya pikir uang siapa yang jatuh. Sehari dua hari saya simpan uang itu, saya pikir apa itu rezeki saya, tapi bukan ah itu bukan milik saya (begitu kata hati saya).
Saya bertekat akan mencari pemilik uang itu, paling salah satu dari teman kosku. Ternyata malam harinya ada satu teman yang merasa kehilangan uang sebesar itu. Lalu saya kembalikan uang itu, dan Alhamdulillah teman kos saya itu memberi saya 10ribu dengan senang hati padahal saya tidak memintanya.
Inilah bukti kebenaran janji Allah, kadang kita berfikir darimana ya nanti Allah akan menggantinya. Percayalah Allah akan mengganti dari jalan yang tidak disangka-sangka, bahkan jalan yang tidak pernah kita pikirkan sekalipun. Dan benarlah janji Allah akan mengganti 10 kali lipat. Bayangkan uang 20 ribu diganti dengan 200ribu dan uang seribu saya diganti dengan 10 ribu. Alhamdulillah ya Allah, terima kasih. (Sumber: wisatahati.com)

Dengan sedekah, proses kpr lancar

Kami bercita-cita sekali ingin mempunyai rumah sendiri, walaupun kecil yang penting rumah sendiri dan dari hasil jerih payah sendiri.
Bulan demi bulan kami coba menyisihkan uang baik dari gaji dan beberapa pinjaman dari teman-teman di kantor untuk uang mukanya. Di awal tahun 2006 kami mulai mencari rumah di beberapa perumahan, baik rumah baru maupun rumah bekas dan kami pun mulai mencari informasi tentang bank-bank yang dapat memberikan KPR dengan bunga ringan.
Berbulan-bulan kami mencari rumah tapi selalu saja gagal ada saja masalahnya, dari yang masalah uang mukanya yang terlalu tinggi, cicilan yang besar, lokasi yang terlalu jauh dari kantor sampai kegagalan di pihak bank karena tidak memenuhi persyaratan-persyaratan dari bank tersebut.
Sampailah akhirnya kami menemukan rumah sederhana di sebuah perumahan baru di kawasan Pamulang yang menurut kami cocok dengan kondisi keuangan. Dengan harga yang tidak begitu tinggi dan uang muka yang terjangkau. Namun sayang kami harus menemui kendala dalam pengajuan KPR yaitu soal gaji yang kurang dari yang dipersyaratkan oleh bank.
Pada bulan Ramadhan yang lalu kami sering mendengar ceramah dari Ust. Yusuf Mansyur di beberapa acara televisi tentang sedekah. Bahwa dengan bersedekah maka segala urusan kita akan diberi kemudahaan oleh Allah SWT.
Dan secara kebetulan teman dikantor menginformasikan via email bahwa ada bayi dari keluarga yang kurang mampu sedang membutuhkan dana untuk operasi.
Kami berkeyakinan bahwa dengan menyedekahkan sebagian uang tabungan milik kami untuk membantu bayi tersebut maka proses pengajuan KPR kami akan diterima oleh bank, bismillah... kami juga berihktiar dengan membuat surat keterangan penghasilan tambahan dari kantor.
Alhamdulillah, selang beberapa hari kemudian kami diberitahukan dari pihak bank bahwa proses pengajuan KPR kami di terima dan selang seminggu kami sudah bisa melakukan akad kredit rumah.
Subhanallah... Allah memang Maha Menepati Janji-Nya. Siapa saja yang mencintai sedekah, Allah akan mengulurkan Tangan-Nya membantu. (Sumber: wisatahati.com)

Rabu, September 16, 2009

Dapat uang kaget...

Saya seorang ayah dari seorang puteri yang manis yang saat ini berusia 4 tahun. Di usia saya yang ke 32 tahun saya sudah bekerja lebih dari 12 tahun diperusahaan swasta dengan bidang yang sudah saya kuasai.
Kira-kira setahun yang lalu ditiap bulannya saya selalu merasa kesulitan dengan kondisi keuangan kami sekeluarga (mungkin karena sikecil sudah masuk TK kecil dan minum susunya bertambah).
Untuk memenuhi "kekurangan" tersebut saya masih -NGEband dari satu cafe kecafe yang lain. Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan karuniaNya sehingga saya masih bisa memberikan susu dan makan sehari-hari untuk ke-2 orang yang amat saya cintai.
Singkat cerita, beberapa hari yang lalu saya berbincang-bincang dengan seorang sahabat yang sudah saya anggap seperti keluarga mengenai sedekah (hanya obrolan kosong 2 orang manusia yang mencoba untuk menarik perhatian Allah SWT ;o)).
Bbeberapa hari kemudian saya mendapatkan joob NGEband di salah satu hotel berbintang di Jakarta dibilangan Sudirman. Sejurus setelah Ngeband saya selesai, saya mendapatkan uang honor... dalam hati saya berucap "ALHAMDULILLAH YA ALLAH" masih engkau berikan kemudahan rizki, paling tidak untuk 4-5 hari saya tidak bingung untuk membeli makan dan susu untuk sikecil.
Arloji di tangan saya menunjukkan jam 22.45 ketika saya akan keluar dari parkiran, saya melihat dua anak kecil meminta-minta sumbangan, spontan saya buka amplop 'honor' saya dan bertanya "adik-adik sudah makan atau belum?" dengan lemas mereka menjawab "belum omm.." Lemas dan terharu saya mendengarnya (saya teringat anak saya...) tanpa berlama-lama lagi saya memberikan beberapa rupiah dari 'honor' saya. Setelah menerima beberapa rupiah tersebut anak-anak tadi melonjak-lonjak kegirangan... Alhamdulillah saya masih bisa memberikan kebahagiaan kepada orang lain... saya pulang.
Tanpa terasa sudah dua hari dan susu si kecil sudah mulai menipis. Saya duduk termenung dimeja kantor kapan lagi saya dapet joob Ngebad buat beli susu... seperti disambar gledek tiba-tiba supervisor saya menyuruh saya ke divisi keuangan "aduuh apa lagi ini.. apa kerjaan saya ada yang salah... dengan berat hati saya berangkat juga...
Singkat cerita, begitu mamasuki ruangan salah seorang staff disitu menyapa saya "adduuhhh kemana aja mass..??? sudah 2 hari saya cariin tidak pernah ada..." saya hanya tersenyum seadanya. 'Tanda tangan disini mas!!' mati akuu!!! ada apa lagi nihhh??? saya ambil kertas itu dan saya baca. ASTAGHFIRULLAHALADZIIMM...!!! AALLAAHHUAKKBAARR..!!! ternyata itu tanda terima uang honor yang tidak saya sangka-sangka...
Dengan terharu saya menandatangani dan menerima amplop itu... kembali ke meja kerja saya berfikir keras ada pa ini??? Apakah semudah itu saya 'berkomunikasi' denganNYA???... pikir punya pikir tiba-tiba saya teringat dengan 'obrolan' saya bersama dengan sahabat... sujud sukur saya kepadaNYA... ALLAH maha besar... ALLAH MAHA BESAR...
Mungkin kalau manusia bisa lebih berempati bahwa sesungguhnya bukti kebesaran ALLAH itu bertebaran diseluruh ruang dan waktu tapi sayang kadang kita selalu terkunci dengan hal keduniawian...
MASYAALLAH ampunilah hambaMU ini dengan segala kekhilafan dan semua ketidak sempurnaan... -amien ade dan keluarga terima kasih sahabat...! Dan mudah-mudahan akan banyak sahabat-sahabat ku yang lain terinspirasi melakukan hal yang sama bukan nilai tapi niat didalam hati itu yang lebih penting... amien. (Sumber: wisatahati.com)

Selasa, September 15, 2009

Sedekah membuat segalannya jadi mungkin

Dulu saya adalah orang yang Tidak bisa mempergunakan kepercayaan orang dengan baik. Padahal banyak sekali orang yang percaya kepada saya, apalagi dalam urusan usaha.
Singkat cerita ... usaha saya berkembang pesat dengan menggunakan segala macam trik dan tipu daya, tapi akhirnya....... akibat dari perbuatan saya itu membuahkan sebuah problema hutang yang sangat besar, artinya saya terlilit hutang hingga ratusan juta yang menurut saya sudah tidak mungkin lagi untuk membayarnya, ditambah lagi tak ada satu pun usaha saya yang bisa dijalankan.
Semenjak itu saya stress berat.... tapi akhirnya saya lebih bisa mendekatkan diri kepada Allah.... itu yang pertama saya syukuri. setelah itu saya mulai mendengarkan tausiyahnya Ust. Yusuf Mansur tentang keajaiban sedekah...
Singkat cerita saya mulai mencoba dan mencoba sedekah..... ajaibnya saya selalu mendapat jalan dan bantuan dari mana saja yang tak terduga-duga yang menurut saya sudah tidak mungkin lagi. Lebih anehnya lagi saya mendapat kepercayaan untuk mengerjakan sebuah proyek dari salah satu perusahaan restoran besar di Bandung, padahal mereka tidak pernah mengenal saya sebelumnya.
Dengan kepercayaan penuh mereka memberikan uang muka kepada saya untuk modal kerja. Alhamdulilah saya tidak lupa memotong uang muka tadi untuk sedekah.
Sekarang pekerjaan masih berlangsung. Lagi-lagi keajaiban tiba.... Saya sudah ditawari lagi proyek yang baru, padahal pekerjaan yang dulu aja belum selesai.... SUBHANALLAH......
Sekarang saya masih punya hutang, tetapi sudah semakin berkurang dan selalu diberi jalan oleh Allah untuk mengatasinya.
Percayalah wahai saudara.... dengan sedekah.... membuat yang asalnya tidak mungkin menjadi mungkin. (Sumber: wisatahati.com)