Rabu, September 09, 2009

Sedekah dalam derasnya hujan

Suatu hari aku didatangi seorang ibu tua bersama anaknya yang masih duduk di kelas 2 smp. Mereka datang hujan-hujan dan bersepeda.
Ibu itu hendak menjual sepasang gaun muslim miliknya padaku, dia bilang uang itu untuk membayar tunggakan sekolah anaknya, sebentar lagi anaknya mau ujian, tapi belum bayar uang sekolah dan uang ujian.
Aku melihat tubuh anak dan ibu itu menggigil kedinginan, aku sendiri sebenarnya saat itu hanya pegang uang yang hanya pas untuk membayar kuliahku. Aku sendiri juga sedang ditagih bayaran kuliah.
Dengan membaca bismillah dan yakin akan kebesaran Allah, aku memberikan uang kuliahku untuk melunasi semua bayaran sekolah anak tersebut.
Setelah itu aku berdoa pada Allah semoga Allah memberi jalan keluar untukku atas kesulitanku dalam membayar uang kuliahku.
Selang beberapa hari dari kejadian itu, secara tiba-tiba aku mendapat rejeki dari yang tidak kuduga-duga bahkan jumlahnya berlipat-lipat melalui usaha riasan pengantinku, tiba-tiba ada yang mau menyewa jasa riasan pengantinku. Subhanallah, Allahu Akbar.. (Sumber: wisatahati.com)

Selasa, September 08, 2009

Keajaiban sedekah...

Hari ini, saya beranikan diri ini untuk menulis keajaiban sedekah yang pernah saya alami beberapa tahun yang lalu, sebelum Ust Yusuf Mansyur dan ajaran Sedekahnya saya kenal.
Ceritanya, suatu sore menjelang magrib, saya tiba di lampu merah lebak bulus dan bermaksud menyebrang untuk naik mobil jurusan Ciputat. Ketika menunggu lampu lalu lintas berwarna merah, tiba-tiba saya didatangi oleh seorang ibu berusia kira-kira 40an. Ibu itu mendatangi saya, dengan wajah memelas, kemudian minta ongkos ala kadarnya untuk pulang ke rumahnya di daerah Ps Rebo.
Sebelumnya dia bercerita bahwa dia kabur dari suaminya yang pemabuk dan sering memukulinya. Saya kasihan sekali mendengarnya. Ingin rasanya membantu banyak, tapi uang dikantong saya hanya sepuluh ribu rupiah. Benar-benar tinggal segitu, karena bulan itu gajian saya telat.
Akhirnya, uang yang sepuluh ribu itu, saya bagi dua. Lima ribu untuk dia, dan sisanya untuk saya pulang.
Sempat bingung juga, karena uang lima ribu itu tidak cukup sampai kerumah saya dijombang. Tapi ketika melihat ibu itu, saya sadar bahwa mungkin lebih tidak cukup lagi untuk dia. Akhirnya uang sepuluh ribu itu saya berikan semua kepadanya. Sementara untuk saya sendiri, saya memeriksa semua kantong yang ada di tas saya (berhubung saya suka lupa bawa dompet, jadi saya suka menyelipkan uang ribuan di kantong tas saya, dengan maksud agar masih punya pegangan jika sewaktu-waktu lupa bawa dompet) dan berhasil menemukan uang untuk ongkos pulang.
Saya tidak memikirkan kembali kejadian hari ini sampai keesokan harinya. Tepatnya ketika akan pulang, tiba-tiba atasan saya memanggil dan mengangsurkan selembar uang yang nilainya 10 kali dari uang yang saya berikan kepada ibu-ibu itu.
Sungguh Allah menggantikan uang saya kemarin dengan berlipat ganda. Saya tambah mengerti dan tambah yakin ketika melihat dan mendengar tausyiah Ust Yusuf di berbagai kesempatan. Dan Semoga, saya bisa mengamalkannya sepanjang hayat. (Sumber: wisatahati.com)

Senin, September 07, 2009

Nikmatnya menolong sesama

Yang namanya kita hidup pasti selalu ada saja masalah, yang pasti selalu berhubungan dengan sesama.
Alhamdulilah saya punya sebuah sepeda motor walaupun tua masih lumayan untuk mengantar saya ke tempat kerja. Seperti biasa setiap pulang teman saya selalu minta bareng dengan saya, kebetulan pulangnya searah. Itu saya lakukan dengan harapan mudahan-mudahan Allah membantu saya ketika saya dapat kesulitan/masalah.
Pengalaman pertama ketika masa kontrak kerja berakhir eh... dari angkatan saya hanya saya yang diperpanjang. Pengalaman kedua saya sering membantu teman-teman yang sedang menyusun tugas akhir D3 dengan harapan agar Allah membantu saya dalam sidang Tugas akhir nanti. Eh....tau...tau..dosen yang jadi penguji saya adalah orang yang saya sudah kenal dan semuanya lancar dan berlangsung cepat.
Akhirnya membantu orang lain itu menjadi kebutuhan saya, ya...minimal 1 orang deh dalam seminggu/sebulan syukur-syukur setiap hari. Justru sekarang hati saya malah gelisah kalau dalam 1 bulan saya belum membantu orang lain, ya berupa sedekah uang, tumpangan atau apa sajalah yang saya bisa.
Lama-lama jadi muncul perasaan nikmat dihati ini kalau bisa membantu orang lain. Dan hati sayapun jadi tenang kalau lagi dapat kesulitan karena dengan kita masih menolong orang, saya yakin Allah pasti menolong saya keluar dari kesulitan-kesulitan hidup.
Nikmatnya hidup kalau pas susah, ketemu jalan keluarnya. (Sumber: mutiarahati.com)