Rabu, September 23, 2009

Alhamdulillah dengan sedekah sakit kepala saya sembuh

Teman-teman pembaca, cerita saya dibawah ini mungkin tidak seberapa menarik namun ini benar-benar terjadi dan bisa dijadikan salah satu bukti dari kemanjuran sedekah.
Pada tanggal 5 Desember 2006 saya baca wisatahati.online, saya suka baca testimoni uswatun khasanah, pada saat baca-baca testimoni tersebut sakit kepala saya kambuh, sudah setahun ini saya sering sakit kepala tapi hanya dibagian belakang kepala sebelah kanan saja, kalau sudah kambuh rasanya sakit sekali, mau mengangkat kepala saja susah, mau melihat sesuatu saya harus mengkerutkan mata saya agar pandangannya fokus kalau tidak begitu saya tidak jelas melihat sesuatu karena menahan sakit kepala tadi. Kalau kambuh paling-paling saya hanya beli obat sakit kepala diwarung, dua jam kemudian baru sembuh.
Saya tidak pernah memeriksakan ke dokter tapi saya hanya tanya-tanya ke mantri atau orang-orang yang lebih mengerti tentang kesehatan, katanya itu karena kurang darah ada yang bilang gejala tekanan darah tinggi.
Apapun itu saya berpikiran kalau saya periksakan ke dokter pasti ada suatu penyakit dan berarti itu perlu dana sedangkan saya tidak punya cukup dana, penghasilan saya dan suami cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan anak-anak sekolah. Makanya sakit kepala tersebut saya rasakan saja tidak saya obati karena uangnya lebih saya utamakn untuk kebutuhan anak-anak.
Sambil membaca testimoni saya punya pikiran bagaimana kalau saya bersedekah dengan niat mudah-mudahan sakit kepala saya ini bisa sembuh.
Usai jam kantor niat tersebut saya laksanakan, saya cari pengemis yang biasanya duduk-duduk dipinggir jalan disekitar terminal, kemudian salah satu dari pengemis tersebut saya dekati dan bapak tersebut saya beri sedekah berupa uang sebesar Rp. 5000 dengan niat dalam hati semoga sakit kepala saya yang hebat ini segera sembuh.
Selanjutnya saya cari kendaraan umum yang menuju arah rumah saya setelah beberapa saat berada didalam kendaraan tersebut saya teringat sakit kepala saya, lho koq ... sakitnya langsung berkurang kira-kira 90% dari sakit awal dan lama kelamaan hilang sama sekali sebelum saya sampai dirumah.
Sampai sekarang saat saya mengirimkan cerita ini sakit kepala saya belum pernah kambuh, biasanya 2-3 hari sekali pasti kambuh. Ternyata sedekah saya dibayar kontan (meminjam istilah Ust. Yusuf mansyur) oleh Allah. Coba kalau saya periksakan ke dokter sudah berapa banyak biaya yang saya keluarkan (biaya dokter, bayar resep obat, biaya transport, belum lagi kalau dokter mengatakan harus diperiksa lebih teliti lagi pasti ada biaya rontgen, biaya ini-itu, dll-dll.)
Alhamdulillah terima kasih Ya Allah, Engkau beri kesembuhan ini dengan cepat. (Sumber: wisatahati.com0

Kamis, September 17, 2009

Percayalah janji allah (ganti sedekah tidak terduga)

Mungkin memang tidak saya sangka bahwa janji Allah itu benar. Awalnya saya hanya ingin coba-coba dengan ikut memberikan dana untuk program PPPAnya wisata hati. Saya langsung aja transfer uang dari bank ke rekening wisata hati sebesar Rp 20.000,-. Dalam Mesin ATM tersebut saya juga ikut menginfaqkan seribu rupiah.
Saya selalu berfikir apa mungkin Allah akan mengganti semuanya, padahal rasanya tidak ada jalan yang memungkinkan untuk adanya pengembalian (itu menurut saya). Bayangkan saja, saya hanya mahasiswa, belum punya pekerjaan dan penghasilan, uang saku saja masih minta ma orang tua.
Seminggu kemudian saat saya harus melakukan penelitian dan membutuhkan uang yang lebih, saya bingung harus cari kemana, mo cari pinjaman teman gak enak rasanya, mo minta uang ma orang tua, rasanya gak mungkin soalnya usaha orang tua saat itu lagi menurun.
Hingga malam tiba sebelum keesokan hari penelitian itu saya lakukan saya merenung di kamar. Belum saja saya merebahkan badan, eh..pintu kamar ada yang ketuk. Ternyata teman kosku yang 5 bulan lalu pinjam uang saya 200ribu, dan malam itu tanpa saya duga dia mengembalikannya. Alhamdulillah, dalam hati saya begitu.
Sehari setelahnya kos-kosan sedang sepi dan waktu itu saya baru pulang dari penelitian. Saya bermaksud hendak mandi, dan waktu masuk ke kamar mandi, eh.. ada uang 50000 di kamar mandi. saya pikir uang siapa yang jatuh. Sehari dua hari saya simpan uang itu, saya pikir apa itu rezeki saya, tapi bukan ah itu bukan milik saya (begitu kata hati saya).
Saya bertekat akan mencari pemilik uang itu, paling salah satu dari teman kosku. Ternyata malam harinya ada satu teman yang merasa kehilangan uang sebesar itu. Lalu saya kembalikan uang itu, dan Alhamdulillah teman kos saya itu memberi saya 10ribu dengan senang hati padahal saya tidak memintanya.
Inilah bukti kebenaran janji Allah, kadang kita berfikir darimana ya nanti Allah akan menggantinya. Percayalah Allah akan mengganti dari jalan yang tidak disangka-sangka, bahkan jalan yang tidak pernah kita pikirkan sekalipun. Dan benarlah janji Allah akan mengganti 10 kali lipat. Bayangkan uang 20 ribu diganti dengan 200ribu dan uang seribu saya diganti dengan 10 ribu. Alhamdulillah ya Allah, terima kasih. (Sumber: wisatahati.com)

Dengan sedekah, proses kpr lancar

Kami bercita-cita sekali ingin mempunyai rumah sendiri, walaupun kecil yang penting rumah sendiri dan dari hasil jerih payah sendiri.
Bulan demi bulan kami coba menyisihkan uang baik dari gaji dan beberapa pinjaman dari teman-teman di kantor untuk uang mukanya. Di awal tahun 2006 kami mulai mencari rumah di beberapa perumahan, baik rumah baru maupun rumah bekas dan kami pun mulai mencari informasi tentang bank-bank yang dapat memberikan KPR dengan bunga ringan.
Berbulan-bulan kami mencari rumah tapi selalu saja gagal ada saja masalahnya, dari yang masalah uang mukanya yang terlalu tinggi, cicilan yang besar, lokasi yang terlalu jauh dari kantor sampai kegagalan di pihak bank karena tidak memenuhi persyaratan-persyaratan dari bank tersebut.
Sampailah akhirnya kami menemukan rumah sederhana di sebuah perumahan baru di kawasan Pamulang yang menurut kami cocok dengan kondisi keuangan. Dengan harga yang tidak begitu tinggi dan uang muka yang terjangkau. Namun sayang kami harus menemui kendala dalam pengajuan KPR yaitu soal gaji yang kurang dari yang dipersyaratkan oleh bank.
Pada bulan Ramadhan yang lalu kami sering mendengar ceramah dari Ust. Yusuf Mansyur di beberapa acara televisi tentang sedekah. Bahwa dengan bersedekah maka segala urusan kita akan diberi kemudahaan oleh Allah SWT.
Dan secara kebetulan teman dikantor menginformasikan via email bahwa ada bayi dari keluarga yang kurang mampu sedang membutuhkan dana untuk operasi.
Kami berkeyakinan bahwa dengan menyedekahkan sebagian uang tabungan milik kami untuk membantu bayi tersebut maka proses pengajuan KPR kami akan diterima oleh bank, bismillah... kami juga berihktiar dengan membuat surat keterangan penghasilan tambahan dari kantor.
Alhamdulillah, selang beberapa hari kemudian kami diberitahukan dari pihak bank bahwa proses pengajuan KPR kami di terima dan selang seminggu kami sudah bisa melakukan akad kredit rumah.
Subhanallah... Allah memang Maha Menepati Janji-Nya. Siapa saja yang mencintai sedekah, Allah akan mengulurkan Tangan-Nya membantu. (Sumber: wisatahati.com)