Selasa, Oktober 27, 2009

40 Tahun Internet

Empat puluh tahun silam, Leonard Kleinrock mengatakan tidak pernah membayangkan ”ledakan” Facebook, Twitter, atau YouTube. Saat itu, ia dan timnya baru ”melahirkan” apa yang kemudian disebut sebagai internet.

”Kami sangat terkejut dengan berbagai aplikasi yang muncul,” ujar Kleinrock. Dia dan rekan-rekannya dari University of California Los Angeles (UCLA) mempersiapkan perayaan ulang tahun ke-40 internet, Kamis (29/10).

”Internet sudah menjadi anak remaja sekarang. Dia sudah belajar sesuatu, tetapi masih harus terus belajar,” ujarnya di San Fransisco, Sabtu (24/10).

Pada 29 Oktober 1969, Kleinrock memimpin tim yang kemudian dapat membuat satu komputer ”berbicara” dengan yang lain di dalam bagian riset.

Kleinrock terdorong oleh keyakinan bahwa komputer dirancang untuk dapat berbicara satu sama lain sehingga menghasilkan jaringan yang sederhana, seperti penggunaan pesawat telepon.

Kunci dalam pertukaran data antara satu komputer dan komputer lainnya adalah dengan cara memecahkan kode digital dan menjadikannya sebagai paket- paket terpisah.

Dia telah menjabarkan visinya itu dalam disertasi masternya, bahkan menerbitkannya dalam sebuah buku. ”Akan tetapi, tidak ada yang peduli, khususnya AT&T,” ujar Kleinrock.

Didukung militer

AT&T merupakan perusahaan penyedia jasa sambungan telepon, baik lokal maupun interlokal terbesar di AS. ”Saya melakukan presentasi, tetapi mereka mengatakan bahwa ide itu tidak akan bisa diwujudkan. Bahkan, jika hal itu dapat terjadi, mereka tidak mau melakukan apa pun,” ujarnya.

Namun, AT&T menyediakan sebuah jalur yang menghubungkan komputer untuk ARPANET. Ini adalah sebuah proyek yang didukung militer AS.

Percobaan untuk menghubungkan ARPANET gagal pada awalnya. Tim Kleinrock mencoba mengirimkan data antar-komputer di ARPANET dan berhasil. Sebanyak dua komputer di dua universitas lain juga terhubung pada akhir tahun 1969. Inilah jejak awal dari internet yang semakin berkembang. (Sumber: AP/joe)

Senin, Oktober 12, 2009

Lunasi hutang dengan shodaqoh

"Yaa Allah, jangan jadikan pengalaman hamba ini menjadi sesuatu yang Engkau anggap RIYA. Demi Allah tak terbersit sedikitpun untuk mendapat pujian dari makhluk-MU Yaa Rabb".
TAHUN 2000 Saya memulai usaha dagang, dengan modal cukup untuk mengontrak tempat +/- Rp 13 juta untuk 2 tahun, barang dagangan semua pinjam dari toko grosir (saudara) dan supplier (pemasok)
TAHUN 2002 Usaha lancar, nilai kontrakan dinaikan oleh siempunya tempat (harus) +/- Rp 24 juta untuk 3 tahun, hutang dagang +/- Rp 100 juta.
TAHUN 2004 tepatnya bulan Nopember sisa kontrakan masih sisa 1 tahun, siempunya tempat sudah memaksa saya harus membeli tempat usaha +/- Rp 400 juta, dalam benak saya bercanda sambil ngeledek ni siempunya tempat, dengan pesimis saya jawab minta waktu untuk pikir2 dulu soalnya dari mana uang sebanyak itu, mikirin hutang dagang aja bingung.
Tepat kejadian TSUNAMI ACEH 2004, saya diberikan HIDAYAH oleh ALLAH, dalam hati saya "Serambi Mekkah" saja diluluh lantahkan oleh kekuatan dan kekuasaan ALLAH, apalagi saya yang jarang sholat dan selalu berhitung untung rugi... Entah magnet apa yang jelas saya selalu menangis jika melihat tayangan2 tsunami di TV waktu itu ... justru dari tayangan2 itulah yang membuat saya belajar kembali kebesaran dan kekuasaan ALLAH, tidak diberikan keberanian lagi saya untuk meninggalkan Sholat 5 waktu.
Seminggu setelah kejadian Tsunami itu, uang +/- Rp 1 juta yang seharusnya dibelikan barang dagangan, Rp. 500 ribu saya donasikan untuk korban tsunami via mesjid dekat rumah dan Rp 500 ribu lagi saya masukan ke kantung2 penggalangan dana tsunami.
SUBHANALLAH - ALLAHU AKBAR bulan maret 2005, ALHAMDULILLAH toko yang saya tempati berganti nama disertifikatnya menjadi nama saya. Sejak saat itu selain terus sholat wajib dan sunat, saya selalu minta keridhoan do'a dari orangtua, dan yang pasti sampai saat ini dengan dibantu oleh ketua RT tempat saya tinggal. Saya shodaqohkan +/- 20 paket sembako setiap bulannya untuk para tetangga terdekat yang layak menerimanya.
Terimakasih... Testimoni ini saya dedikasikan untuk Orangtua dan Mertua, yang tidak pernah berhenti berdo'a untuk saya dan keluarga. Semoga do'a ibu dan ayah serta mertua agar saya dan istri dapat menunaikan ibadah haji dapat segera terwujud ...
Wassalam
Email : Wedha222@Yahoo.co.id
Facebook : Wedha Prasaja
Phone : 022 - 5944490.
(Sumber: wisatahati)

Netbook Rp 1 Juta Masih Memungkinkan

Pendiri OLPC Nicholas Negroponte pernah terlalu optimis menetapkan harga US$ 100 (Rp 1 juta) untuk satu unit netbook. Namun semangat menghasilkan laptop Rp 1 juta masih ada.

OLPC benar-benar merevolusi netbook, dengan tawaran harga yang terhitung murah US$ 200. Belakangan harga ini tidak pernah turun ke US$ 100 seperti yang dijanjikan, sehingga ide laptop semurah itu dianggap sebagai sedikit kecelakaan pemasaran.

Tapi sejak OLPC mengeluarkan laptop, beberapa perusahaan berusaha mengeluarkan produk sejenis dengan harga US$ 100. Terakhir perusahaan Taiwan DMP menawarkan laptop di kisaran US$ 100 yang disebut Edubook.

Komputer itu didasarkan pada desain dan konsep dari Nohrtec Gecko Edubook. Laptop DMP yang berjalan dengan baterai AAA itu, memiliki fitur desain modular yang memungkinkan pelanggan memilih komponen yang dibutuhkan, dan bisa dirakit sendiri untuk menghemat uang.

Edubook dikapalkan ke pasar luar negeri dalam bentuk komponen, untuk dirakit oleh mitra di negara-negara lain. Hal itu bisa mengurangi harganya dengan menghilangkan bea cukai atau untuk memenuhi persyaratan impor.

Netbook itu dapat dipisahkan menjadi sekitar 10 modul dengan komponen yang berbeda. Kemudian dirakit kembali hanya sekitar 10 menit menggunakan 30 langkah. Edubook mengusung panel 8,9 inci dan CPU berdaya rendah yang dikembangkan sendiri oleh DMP.

Perangkat itu dapat mendukung Windows XP, tetapi ditawarkan secara opsional. Netbook ini didukung oleh delapan baterai AA dan dapat berjalan selama empat jam. DMP telah memulai pengiriman Edubook ke Amerika Latin dan netbook itu juga menarik perhatian beberapa pemerintah di Eropa Timur dan Afrika.

Perusahaan itu mengharapkan bisa mengapalkan lima juta Edubook pada tahun 2010. Harga US$ 100 merupakan titik di mana para pembuat komputer berjuang untuk menyediakan produknya bagi dunia pendidikan. Harga itu pertama kali dijanjikan OLPC dengan meluncurkan laptop XO walau akhirnya tidak dapat memenuhi janji itu.

Kemungkinan netbook murah masih ada harapan dari pembuat chip, ARM yang merilis Cortex-A9. Bayang-bayang prosesor Atom 1.6GHz (N270) yang digunakan pada sebagian besar netbook tampaknya akan memudar.

Vice President Marketing ARM, Eric Schorn mengatakan chip Cortex-A9 dual-core dapat memberikan performa lima kali dibandingkan solusi populer dari Intel itu.

"Kami akan benar-benar agresif dari perspektif biaya. Chip kami akan jauh lebih murah di saat kami telah menyediakan teknologi itu ke lebih banyak vendor dan mungkinkan mereka untuk bersaing satu sama lain," kata Schorn. "Efeknya adalah pada pengurangan biaya. Kita akan melihat netbook US$ 100," tambahnya.

Tidak hanya membatasi diri untuk netbook, ARM mengatakan juga mencari cara untuk mengintegrasikan chip Cortex-A9 ke smartbook, mobile Internet devices (MID) dan serta set-top box TV.
Bahkan perusahaan itu menyatakan chip ARM Cortex-A9 sudah akan mulai muncul pada produk mobile 2010. Harapan baru bagi yang mendambakan netbook murah, meskipun kekurangannya ARM tidak kompatibel dengan prosesor x86 yang berarti akan minoritas. Netbook itu hanya akan mendukung sistem operasi semacam Linux dan bukan pemimpin pasar seperti Microsoft Windows. (Sumber: inilah.com)