Jumat, Juni 05, 2009
Senin, Juni 01, 2009
Bangun ‘Jembatan’ Pendulang Uang dengan Search Engine
Jangan remehkan kemampuan search engine, tak hanya informasi saja yang bisa didapat dari layanan ini. Jika ingin mendulang pundi-pundi uang di internet, search engine pun bisa berperan sebagai ‘jembatan’ usaha Anda.
Demikian diungkapkan Rendy Maulana, CEO Qwords.com web hosting dalam One Day Executive Seminar & Workshop bertajuk ‘How to Increase Sales Using Internet’ di Hotel Aston Braga Bandung, Kamis (7/5/2009) petang.
Penilaian Rendy bukan tanpa alasan. Pasalnya, saat ini keberadaan mesin pencari tak bisa dilepaskan dari pengguna internet. “Orang saat ini mencari apapun di search engine,” ujar pengusaha muda lulusan School of Business Management (SBM) ITB tersebut.
Jadi tak ada salahnya jika hal yang sering digunakan masyarakat dunia maya itu kita optimalkan. Namun tentunya, lanjut Rendy, menyulap search engine menjadi alat marketing bukanlah sesuatu yang mudah, harus ada trik khususnya.
“Buat situs yang disukai oleh search engine. Gambar dan angka kurang disukai oleh search engine. Buatlah situs dengan konten yang menarik dan selalu update,” ungkapnya.
Saat ini, orang mencari segala seuatu di search engine. Setelah menemukan situs yang diinginkan, mereka akan mencatatnya dan kemudian akan melakukan transaksi.
“Selanjutnya mereka akan melihat apakah situs kita dipercaya atau tidak. Jadi update situs merupakan hal yang mutlak dilakukan,” paparnya.
Rendy lalu mencontohkan, situs jual beli buku yang selalu meng-update situsnya dengan memberikan harga yang selalu berubah-ubah. “Ini nilai plusnya, situs ini
update. Tapi juga harus dilihat dulu produknya. Tidak semua produk bisa naik turun harganya,” pungkasnya. (Sumber:detikinet.com)
Kamis, Mei 28, 2009
Empat Penyakit Karena Tidak Bersyukur
Mereka yang tidak pandai bersyukur bila memperoleh nikmat dan tidak pandai bersabar kala mendapat cobaan dan ujian niscaya tidak akan mendapat kebahagiaan di dalam hidupnya. Bahkan dalam Al-Quran Surat Al-Fajr ayat 15-20 juga diterangkan bagi mereka yang tidak pandai bersyukur dan bersyukur akan mengidap sedikitnya empat macam penyakit:
1. Sombong dan angkuh. Islam mengajarkan kepada kita agar mengasihi sesama manusia terutama mereka yang memerlukan pertolongan seperti halnya anak yatim. Tidak ada yang menanggung segala keperluan hidupnya.
2. Ananiah. Yakni hanya mementingkan diri sendiri sehingga dia tidak mau menganjurkan untuk memberi makan kepada fakir miskin. Islam mengajarkan kepada kita supaya memiliki rasa kemanusiaan yang diwujudkan dalam amal nyata yaitu berupa penyantunan kepada orang yang masih kurang beruntung dalam kehidupannya.
3. Serakah, tamak, loba dan egois yang berlebihan. Sifat-sifat ini sangat berbahaya karena bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya walaupun dengan melanggar aturan-aturan agama dan undang-undang yang berlaku.
4. Cinta harta yang berlebihan. Orang-orang yang cinta harta ini biasanya akan lalai dengan tugas dan tanggung jawabnya apalagi untuk menunaikan perintah Allah SWT. Dalam surat Al Humazah disebutkan bahwa manusia seperti itu tempatnya nanti di neraka huthamah.
Ada tiga dimensi syukur. Pertama, bersyukur dengan hati yakni ungkapan kepuasan dalam batin atas anugerah yang diperoleh. Kedua, bersyukur dengan ucapan yakni mengakui angerah dan memuji pemberinya. Ketiga, bersyukur dengan perbuatan yakni bekerja memelihara, memanfaatkan dan mengembangkan angerah yang diperoleh sesuai tujuan pemberian anugerah tersebut. (Sumber: sripoku.com)