Rabu, September 16, 2009

Dapat uang kaget...

Saya seorang ayah dari seorang puteri yang manis yang saat ini berusia 4 tahun. Di usia saya yang ke 32 tahun saya sudah bekerja lebih dari 12 tahun diperusahaan swasta dengan bidang yang sudah saya kuasai.
Kira-kira setahun yang lalu ditiap bulannya saya selalu merasa kesulitan dengan kondisi keuangan kami sekeluarga (mungkin karena sikecil sudah masuk TK kecil dan minum susunya bertambah).
Untuk memenuhi "kekurangan" tersebut saya masih -NGEband dari satu cafe kecafe yang lain. Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan karuniaNya sehingga saya masih bisa memberikan susu dan makan sehari-hari untuk ke-2 orang yang amat saya cintai.
Singkat cerita, beberapa hari yang lalu saya berbincang-bincang dengan seorang sahabat yang sudah saya anggap seperti keluarga mengenai sedekah (hanya obrolan kosong 2 orang manusia yang mencoba untuk menarik perhatian Allah SWT ;o)).
Bbeberapa hari kemudian saya mendapatkan joob NGEband di salah satu hotel berbintang di Jakarta dibilangan Sudirman. Sejurus setelah Ngeband saya selesai, saya mendapatkan uang honor... dalam hati saya berucap "ALHAMDULILLAH YA ALLAH" masih engkau berikan kemudahan rizki, paling tidak untuk 4-5 hari saya tidak bingung untuk membeli makan dan susu untuk sikecil.
Arloji di tangan saya menunjukkan jam 22.45 ketika saya akan keluar dari parkiran, saya melihat dua anak kecil meminta-minta sumbangan, spontan saya buka amplop 'honor' saya dan bertanya "adik-adik sudah makan atau belum?" dengan lemas mereka menjawab "belum omm.." Lemas dan terharu saya mendengarnya (saya teringat anak saya...) tanpa berlama-lama lagi saya memberikan beberapa rupiah dari 'honor' saya. Setelah menerima beberapa rupiah tersebut anak-anak tadi melonjak-lonjak kegirangan... Alhamdulillah saya masih bisa memberikan kebahagiaan kepada orang lain... saya pulang.
Tanpa terasa sudah dua hari dan susu si kecil sudah mulai menipis. Saya duduk termenung dimeja kantor kapan lagi saya dapet joob Ngebad buat beli susu... seperti disambar gledek tiba-tiba supervisor saya menyuruh saya ke divisi keuangan "aduuh apa lagi ini.. apa kerjaan saya ada yang salah... dengan berat hati saya berangkat juga...
Singkat cerita, begitu mamasuki ruangan salah seorang staff disitu menyapa saya "adduuhhh kemana aja mass..??? sudah 2 hari saya cariin tidak pernah ada..." saya hanya tersenyum seadanya. 'Tanda tangan disini mas!!' mati akuu!!! ada apa lagi nihhh??? saya ambil kertas itu dan saya baca. ASTAGHFIRULLAHALADZIIMM...!!! AALLAAHHUAKKBAARR..!!! ternyata itu tanda terima uang honor yang tidak saya sangka-sangka...
Dengan terharu saya menandatangani dan menerima amplop itu... kembali ke meja kerja saya berfikir keras ada pa ini??? Apakah semudah itu saya 'berkomunikasi' denganNYA???... pikir punya pikir tiba-tiba saya teringat dengan 'obrolan' saya bersama dengan sahabat... sujud sukur saya kepadaNYA... ALLAH maha besar... ALLAH MAHA BESAR...
Mungkin kalau manusia bisa lebih berempati bahwa sesungguhnya bukti kebesaran ALLAH itu bertebaran diseluruh ruang dan waktu tapi sayang kadang kita selalu terkunci dengan hal keduniawian...
MASYAALLAH ampunilah hambaMU ini dengan segala kekhilafan dan semua ketidak sempurnaan... -amien ade dan keluarga terima kasih sahabat...! Dan mudah-mudahan akan banyak sahabat-sahabat ku yang lain terinspirasi melakukan hal yang sama bukan nilai tapi niat didalam hati itu yang lebih penting... amien. (Sumber: wisatahati.com)

Selasa, September 15, 2009

Sedekah membuat segalannya jadi mungkin

Dulu saya adalah orang yang Tidak bisa mempergunakan kepercayaan orang dengan baik. Padahal banyak sekali orang yang percaya kepada saya, apalagi dalam urusan usaha.
Singkat cerita ... usaha saya berkembang pesat dengan menggunakan segala macam trik dan tipu daya, tapi akhirnya....... akibat dari perbuatan saya itu membuahkan sebuah problema hutang yang sangat besar, artinya saya terlilit hutang hingga ratusan juta yang menurut saya sudah tidak mungkin lagi untuk membayarnya, ditambah lagi tak ada satu pun usaha saya yang bisa dijalankan.
Semenjak itu saya stress berat.... tapi akhirnya saya lebih bisa mendekatkan diri kepada Allah.... itu yang pertama saya syukuri. setelah itu saya mulai mendengarkan tausiyahnya Ust. Yusuf Mansur tentang keajaiban sedekah...
Singkat cerita saya mulai mencoba dan mencoba sedekah..... ajaibnya saya selalu mendapat jalan dan bantuan dari mana saja yang tak terduga-duga yang menurut saya sudah tidak mungkin lagi. Lebih anehnya lagi saya mendapat kepercayaan untuk mengerjakan sebuah proyek dari salah satu perusahaan restoran besar di Bandung, padahal mereka tidak pernah mengenal saya sebelumnya.
Dengan kepercayaan penuh mereka memberikan uang muka kepada saya untuk modal kerja. Alhamdulilah saya tidak lupa memotong uang muka tadi untuk sedekah.
Sekarang pekerjaan masih berlangsung. Lagi-lagi keajaiban tiba.... Saya sudah ditawari lagi proyek yang baru, padahal pekerjaan yang dulu aja belum selesai.... SUBHANALLAH......
Sekarang saya masih punya hutang, tetapi sudah semakin berkurang dan selalu diberi jalan oleh Allah untuk mengatasinya.
Percayalah wahai saudara.... dengan sedekah.... membuat yang asalnya tidak mungkin menjadi mungkin. (Sumber: wisatahati.com)

Senin, September 14, 2009

5 Tips Hindari Mata Lelah di Depan Monitor

Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk bekerja berlama-lama di depan monitor PC, entah untuk bekerja atau melakukan hal lain seperti bermain game dan browsing. Alhasil efek mata lelah dan kepala pening pun tak dapat dihindari.

Walau banyak yang menganggap fakta ini tidak sepenuhnya benar, namun kenyataannya hal ini tetap mempengaruhi kesehatan mata kita. Efeknya terkadang kita sedikit kesulitan untuk memfokuskan objek pandang, dan sebagainya. Hal ini tentunya diakibatkan pancaran radiasi monitor yang terlalu lama saat kita bekerja.

Seperti dikutip detikINET dari softpedia, Senin (14/9/2009) berikut ini adalah beberapa tips menghindari mata lelah, saat berada di depan monitor:

1. Jaga jarak pandang dari monitor.
Berada terlalu dekat dengan monitor memang sedikit membahayakan bagi mata kita. Seharusnya kita menjaga jarak pandang ke monitor kita dengan baik. Jarak yang disarankan adalah sekitar 20-40 inchi (50-100cm) dari mata.

Jika kita masih kesulitan membaca padahal monitor sudah berada pada jarak 20 inchi, cobalah untuk memperbesar font kita hingga kita merasa nyaman.

2. Singkirkan CRT, Beralih ke LCD
Monitor tabung (CRT) memang memberi efek yang lebih buruk dibanding LCD, selain energi yang dibutuhkan juga lebih besar. Cobalah mengganti monitor CRT kita dengan LCD.

Namun harga monitor LCD memang lebih mahal dibanding CRT. Bagi kita yang masih menyeyangi monitor CRT, ada baiknya kita membeli filter anti-radiasi. ini adalah solusi untuk mengurangi rasa nyeri mata akibat duduk berlama-lama di depan monitor, namun dengan harga yang murah.

3. Atur monitor setting
Beberapa monitor yang ada sekarang banyak menyediakan pre-set display mode, untuk memudahkan pengguna mengganti setting layar mereka. Pre-set setting tersebut memberi level brightnes yang berbeda, untuk menyesuaikan kondisi penggunaan monitor. Adakalanya manfaatkan hal tersebut.

Misal settingan seperti, 'text' atau 'internet' akan terasa lebih sejuk di mata, saat kita gunakan untuk mengetik ataupun browsing. Setingan 'game' atau 'movie' akan terlihat lebih terang saat digunakan.

4. Gunakan kacamata anti radiasi
Walau hal ini membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal, namun ada baiknya saat memiliki cukup uang kita membeli kacamata anti-radiasi. Selain bisa dibawa kemanapun kita bekerja, kacamata ini tak hanya berguna saat kita bekerja di depan monitor, namuna juga melindungi mata dari cahaya lampu mobil, radiasi TV, dan sebagainya.

Faktanya lapisan anti-radiasi pada kacamata tersebut, sangat berguna bagi mata kita. Karena lapisan tersebut secara otomatis mengurangi efek nyeri di mata akibat radiasi cahaya berlebih.

5. Mengistirahatkan mata sejenak, secara berkala
Cara termudah menghindari mata lelah akibat radiasi monitor adalah mengistirahatkannya secara berkala. Cobalah untuk mengistirahatkan mata sekitar 5 menit tiap jamnya. Kita dapat menggunakan waktu 5 menit tersebut untuk berjalan-jalan, melihat pemandangan, mencuci muka dan sebagainya. Yang penting menjauh dari monitor. (Sumber: detikinet.com)