Jumat, Desember 25, 2009
SMS Sambil Nyetir 7 Kali Lebih Berbahaya
"Perlu diingat, mengetik SMS saat mengemudi merupakan penyebab utama kecelakaan dibandingkan dengan berbicara di telepon," tegas ketua penelitian Frank Drews, seperti yang dikutip AFP, Kamis (24/12/2009).
Dalam menyimpulkan hasil temuan ini, para peneliti menggunakan sistem simulasi dengan melibatkan sekira 20 pengemudi yang menggunakan telepon selulernya untuk berbicara dan ber-SMS, sambil mengemudi.
Hasilnya, selama simulasi itu terjadi 7 tabrakan, yang 6 di antaranya terjadi ketika pengemudinya sedang ber-sms.
"Kecelakaan itu terjadi karena respon si pengemudi menjadi lambat untuk bereaksi terhadap rambu-rambu, seperti lampu rem, dari kendaraan lain di depannya," tandasnya.
Riset ini merupakan kesekian kalinya yang dilakukan hanya untuk meyakinkan para pengemudi akan bahaya SMS sambil menyetir. Beberapa wilayah bagian di Amerika Serikat telah meresmikan kebijakan pelarangan SMS sambil menyetir. Bahkan Presiden Barack Obama mengeluarkan kebijakan pelarangan tersebut kepada para staf pemerintahan, terutama dalam kendaraan dinas. (techno.okezone.com)
Rabu, November 04, 2009
Astronom Temukan Kerangka Semesta
Dilihat melalui teleskop paling kuat, penemuan itu merupakan pengamatan pertama dari struktur galaksi di kejauhan alam semesta, dan memberikan wawasan lebih lanjut jaringan kosmis dan bagaimana terbentuk," kata Observatorium Selatan Eropa (ESO).
Perakitan galaksi jutaan tahun cahaya menujukkan kerangka alam semesta," katanya.
"Galaksi berkumpul di sekitar mereka, dan membentuk kelompok galaksi di persimpangan, bersembunyi menunggu seperti laba-laba raksasa untuk mencerna lebih banyak," katanya.
Filamen terletak sekitar 6,7 miliar tahun cahaya dan berkembang selama sekurang-kurangnya 60 juta tahun cahaya, para ilmuwan mengatakan. Strukturnya membentang di luar yang telah diselidiki dan memungkinkan pengamatan lebih lanjut.
"Ini adalah pertama kalinya kami mengamati begitu kayanya dan terkemuka struktur alam semesta," kata Masayuki Tanaka, yang memimpin penelitian itu.(Sumber: inilah.com)
Wow, Benua Afrika Akan Terbelah
Dua letusan gunung berapi pada bulan September 2005, yang menghasilkan retakan 60 kilometer di utara-timur Ethiopia, memungkinkan ilmuwan untuk meneliti lebih lanjut gerakan tektonik bumi.
Dalam penelitian yang diterbitkan di Geophysical Research Letters peneliti mengatakan retakan biasanya terjadi di dasar laut dan merupakan proses utama yang memutuskan benua secara bertahap.
Namun, laporan ini menunjukkan bahwa batas vulkanik yang sangat aktif di sepanjang tepi lempeng tektonik bisa tiba-tiba pecah dalam bagian yang besar.
"Makna dari temuan ini adalah bahwa deformasi magnetik yang besar dapat terjadi dalam beberapa hari," kata pemimpin penelitian Atalay Arefe dari Universitas Addis Ababa di Ethiopia.
Arefe dan koleganya mengatakan Afrika akan mengalami fase yang sama, seperti ketika berpisah dari Amerika jutaan tahun yang lalu.
"Biasanya, fenomena semacam itu terjadi di bawah laut, yang tidak bisa diakses dan eksperimen sulit dan mahal dilakukan. Tetapi di Afar Ethiopia, ini cukup sebagai laboratorium alam bagi kita untuk bereksperimen," kata Arefe.
Dia mengatakan retakan 60 kilometer memberikan petunjuk pada ilmuwan tentang apa yang mungkin terjadi di daerah itu di masa depan. (Sumber: inilah.com)